Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

DPP Demokrat Sindir Pihak yang Ngaku-Ngaku Demokrat Cabut Dukungan Prabowo: 'Musim Begini Banyak Pesakitan yang Cari Makan'

DPP Demokrat Sindir Pihak yang Ngaku-Ngaku Demokrat Cabut Dukungan Prabowo: 'Musim Begini Banyak Pesakitan yang Cari Makan' Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jubir Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra membantah kalau Forum Komunikasi Lintas Pendiri Demokrat Kader adalah bagian dari Partai Demokrat.

Diketahui FKLPDK mencabut dukungan terhadap Prabowo Subianto dan mengalihkan dukungan ke Ganjar Pranowo-Mahfud Md di Pilpres 2024. 

Herzaky menyebut kalau FKLPDK adalah pihak yang mengaku-aku sebagai pendiri Demokrat dan mengaku mendapat restu dari para pengurus Demokrat dari berbagai daerah untuk mendukung pasangan calon selain Prabowo-Gibran.

"Nama itu bukan pendiri Demokrat. Kami pun baru mendengar namanya. Jangan mengaku-mengaku pendiri. Nama organisasinya pun belum pernah terdengar selama ini di Demokrat," tambahya.

Herzaky bahkan mengancam kepada pihak yang mengaku-ngaku sebagai bagian dari Partai Demokrat akan dibawa ke aparat hukum.

"Kami ingatkan, jangan bawa-bawa nama Demokrat, jangan jualan nama Demokrat. Apalagi mengaku didukung oleh sana-sini. Kami sedang cermati dan kumpulkan bukti-buktinya. Sebar-sebar hoax, akan kami proses lebih lanjut ke ranah hukum,"

"Musim kampanye begini banyak pesakitan yang cari makan dengan jualan nama Demokrat, padahal bukan orang Demokrat, ataupun yang berhak bawa nama Demokrat," tandasnya.

"Ketum kami sendiri, Mas AHY, yang menyampaikan. Bahkan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sendiri, Bapak SBY, juga berulang kali menegaskan dukungannya kepada Pak Prabowo. Pak Prabowo sendiri menegaskan, Demokrat termasuk yang paling semangat mendukung Pak Prabowo," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum FKLPDK Sahat Saragih mencabut dukungan terhadap Prabowo karena dinilai terlalu bergantung dengan penguasa hingga tidak memiliki kepercayaan diri.

"Prabowo sangat tergantung pada dukungan penguasa. Itu artinya Prabowo tidak memiliki kepercayaan diri," kata Sahat.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: