Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kembangkan Subsektor Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat, OJK Sumut Gelar FGD

Kembangkan Subsektor Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat, OJK Sumut Gelar FGD Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
Warta Ekonomi, Medan -

Dalam upaya mendukung dan penguatan rencana pengembangan sektor ekonomi unggulan di Provinsi Sumatera Utara melalui penyediaan akses keuangan yang lebih baik dan luas, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Optimalisasi Peran Industri Jasa Keuangan di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Perekonomian Sumatera Utara".

Wan Nuzul Fachri, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sumatera Utara telah mendengarkan masukan dari para pakar maupun perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah. Seperti dari perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bahwa BPDPKS menegaskan dukungannya terhadap program perluasan akses keuangan bagi para petani Perkebunan Sawit Rakyat di Sumatera Utara.

"Hal ini mengingat bahwa secara nasional petani swadaya menguasai 41% luas lahan perkebunan kelapa sawit atau sekitar 6,72 juta Ha luas lahan perkebunan sawit nasional sehingga integrasi program sektor hulu dan hilir perlu dipastikan manfaatnya bagi seluruh petani sawit rakyat," katanya, Kamis (28/3/2024).

Sementara itu, pihak perbankan telah memiliki portofolio kredit pada Subsektor Perkebunan Sawit meskipun masih belum optimal dan menyeluruh menyasar Perkebunan Sawit Rakyat.  

Baca Juga: OJK Bidik Aturan Inovasi Teknologi Keuangan, Soroti Fintech dan Kripto

"Sinergis dengan misi FGD ini, baik perwakilan APKASINDO maupun GAPKI juga menyampaikan dukungan yang sama terhadap program perluasan akses keuangan bagi para pelaku usaha di perkebunan sawit rakyat ini, khususnya setelah memahami bahwa penetrasi kredit/pembiayaan masih sebesar 68,91%," ujarnya.

Sehingga, masih terdapat 31,09% yang perlu mendapat sentuhan akses perbankan yang baik. Keduanya juga menyarankan perlunya keseimbangan antara tujuan usaha yang ingin dicapai dengan kebutuhan untuk menerapkan aspek kehati-hatian di bidang perkreditan (prudential aspect) agar keduanya diharapkan dapat berjalan simetris. 

"Searah dengan tujuan utama FGD ini dan keberpihakan para pihak yang diundang, OJK berkeyakinan bahwa program ini nantinya diharapkan dapat menjembatani penyediaan kebutuhan modal kerja pengelolaan sawit rakyat, khususnya untuk aktivitas penanaman Kembali (replanting) mulai dari P0 hingga P3 dengan berbagai skema yang dimungkinkan sesuai ketentuan," pungkasnya. 

Baca Juga: Upaya dan Langkah Diplomasi Kelapa Sawit ke Uni Eropa

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: