Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Polisi Akan Periksa Pemilik Bus Maut Trans Putera Fajar, Ahmad Sahroni: Semua Pihak Terkait Harus Bertanggung Jawab

Polisi Akan Periksa Pemilik Bus Maut Trans Putera Fajar, Ahmad Sahroni: Semua Pihak Terkait Harus Bertanggung Jawab Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polda Jawa Barat akan meminta keterangan pemilik bus PO Trans Putera Fajar, terkait kecelakaan maut yang menewaskan 11 orang di Ciater, Subang pada Hari Sabtu (11/5) lalu.

Sebelumnya, sopir bus yang bernama Sadira (51) sudah ditetapkan sebagai tersangka karena mengetahui ada masalah pada fungsi rem namun tetap melakukan perjalanan.

Berbagai kelalaian yang terjadi dalam kasus ini pun lantas turut mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Politikus NasDem tersebut meminta pihak kepolisian untuk memeriksa pemilik bus, guna mengungkap adanya dugaan kesengajaan dalam pengoperasionalan bus bermasalah tersebut.

“Saya kira selain sopir bus yang lalai dan memaksakan, kuat dugaan pemilik bus juga sebenarnya mengetahui kondisi ini. Karena hanya dua dugaannya, unit bus tidak pernah dicek atau sengaja dibiarkan beroperasi meski bermasalah. Apa pun itu, dua-duanya jelas salah. Maka dari itu, saya minta pihak kepolisian juga selidiki pemilik PO bus tersebut. Semua pihak yang terbukti lalai harus bertanggung jawab di hadapan hukum,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Rabu (15/5).

Lebih lanjut, Sahroni juga meminta pihak Polri dan Kemenhub, untuk berkolaborasi mengawasi Perusahaan Otobus (PO) yang ada.

Hal tersebut perlu dilakukan guna meningkatkan kepekaan perusahaan dalam merawat unit-unit bus yang mereka miliki.

“Polri, Kemenhub, dan pihak-pihak terkait harus berkolaborasi guna awasi dan cek ulang izin ataupun perawatan unit di setiap PO bus. Pastikan mereka benar-benar bertanggung jawab atas kesiapan unit bus mereka. Kalau ada yang ketahuan mengoperasikan bus bermasalah, langsung sanksi atau bahkan cabut izinnya. Tegas aja," tambah Sahroni.

Sebab menurut Sahroni, ketegasan ini perlu dilakukan karena menyangkut keselamatan banyak nyawa manusia.

"Jangan kasus seperti ini udah kejadian, terus selesai begitu saja. Harus ada langkah pencegahan untuk ke depannya,” tutup Sahroni.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: