Perkuat Stimulus Fiskal, China Targetkan Pertumbuhan 5 Persen di 2026
Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter
Pemerintah China menegaskan akan menerapkan kebijakan fiskal yang lebih proaktif pada 2026 dengan fokus utama pada penguatan permintaan domestik, inovasi teknologi, dan jaring pengaman sosial, di tengah tekanan perlambatan ekonomi global dan krisis properti yang berkepanjangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Keuangan China pada Minggu, usai rapat kerja dua hari yang membahas arah kebijakan fiskal dan target ekonomi 2026. Kebijakan ini sekaligus merespons dorongan mitra dagang agar China mengurangi ketergantungan pada ekspor dan lebih mengandalkan konsumsi domestik.
Kementerian Keuangan menyatakan pemerintah akan meningkatkan konsumsi serta secara aktif memperluas investasipada sektor-sektor yang disebut sebagai new productive forces, termasuk inovasi teknologi dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Pemerintah China Terapkan Aturan Konsumsi Energi untuk Mobil Listrik dan Berlaku 1 Januari 2026
Langkah tersebut diarahkan untuk memulihkan kepercayaan ekonomi domestik yang tertekan akibat krisis sektor properti yang telah menyebar ke berbagai sektor ekonomi dan melemahkan sentimen rumah tangga serta dunia usaha.
Selain mendorong konsumsi dan investasi, pemerintah China juga akan memperkuat dukungan terhadap inovasi guna menciptakan mesin pertumbuhan baru. Upaya ini mencakup pengembangan teknologi strategis dan peningkatan daya saing industri bernilai tambah tinggi.
Di sisi sosial, pemerintah berkomitmen meningkatkan sistem jaminan sosial, termasuk penyediaan layanan kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mengurangi kekhawatiran rumah tangga terhadap risiko ekonomi jangka panjang.
Kementerian Keuangan juga menyebutkan sejumlah agenda prioritas lain pada 2026, antara lain mendorong integrasi wilayah perkotaan dan perdesaan serta mempercepat transformasi menuju masyarakat yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Baca Juga: Trump Akan Kenakan Tarif Baru untuk Semikonduktor China
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, para penasihat pemerintah dan analis ekonomi memperkirakan China akan mempertahankan target pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen pada 2026. Target ini dinilai menuntut pemerintah untuk terus menjaga stimulus fiskal dan moneter guna keluar dari tekanan deflasi.
Menurut analis, keberlanjutan kebijakan fiskal yang ekspansif menjadi kunci untuk menstabilkan pertumbuhan di tengah lemahnya sektor properti dan ketidakpastian ekonomi global.
Sebelumnya, para pemimpin China juga telah berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan fiskal “proaktif” pada 2026, dengan tujuan menstimulasi konsumsi dan investasi agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga pada level tinggi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement