China Protes Investigasi Dagang Terbaru Amerika Serikat: Diskriminatif
Kredit Foto: Reuters
China menyampaikan protes resmi kepada Amerika Serikat (AS). Hal ini terkait dengan investigasi perdagangan terbaru yang dilakukan mereka terhadap dugaan penggunaan tenaga kerja paksa oleh Beijing.
Kementerian Perdagangan China menyatakan langkah tersebut merupakan tindakan sepihak yang menyalahgunakan aturan perdagangan internasional. Beijing menyebut investigasi tersebut sebagai upaya membangun hambatan perdagangan baru yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Baca Juga: Asia Memanas: 26 Pesawat Tempur China Dekati Taiwan Dalam Sehari
Beijing menilai penyelidikan yang dilakukan bersifat diskriminatif dan bertujuan melindungi industri domestik dari Amerika Serikat.
“Langkah ini sangat sepihak, sewenang-wenang, diskriminatif, dan merupakan tindakan proteksionisme yang khas,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, dikutip dari Xinhua.
Beijing juga menuduh rivalnya tersebut kembali menyalahgunakan mekanisme investigasi perdagangan Section 301. Oleh karenanya, mereka meminta hal tersebut dihentikan dan menegaskan bahwa negosiasi adalah jalan keluar utama bagi Washington dan China.
“Kami mendesak agar mereka segera memperbaiki praktik yang keliru dan bertemu dengan kami di tengah jalan melalui konsultasi yang setara,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan China .
China juga menyatakan akan memantau perkembangan penyelidikan tersebut secara ketat.
Sebelumnya, Office of the United States Trade Representative mengumumkan pembukaan penyelidikan baru terhadap enam puluh negar terkait dugaan kegagalan menindak impor barang yang diproduksi menggunakan tenaga kerja paksa.
Baca Juga: Kuba 'Masih' Aman, Trump Fokus Selesaikan Isu Amerika Serikat-Iran
Investigasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan perdagangan di bawah mekanisme Section 301. Amerika Serikat dengan aturan tersebut bisa menerapkan tarif atau tindakan pembalasan terhadap mitra dagang yang dianggap melakukan praktik perdagangan tidak adil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: