Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

China Kecam Serangan ke Sekolah di Iran, Salurkan Bantuan Kemanusiaan US$200.000

China Kecam Serangan ke Sekolah di Iran, Salurkan Bantuan Kemanusiaan US$200.000 Kredit Foto: Reuters/Tyrone Siu
Warta Ekonomi, Jakarta -

China menyampaikan duka mendalam atas tewasnya sejumlah siswa dalam serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran. Hal ini menyusul konflik negara tersebut dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun mengatakan pihaknya turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dari serangan terhadap sekolah di Teheran.

Baca Juga: PSEL Bogor Raya Akan Dikelola Perusahaan China, Begini Kata Danantara

“China menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya para siswa dan menyampaikan simpati tulus kepada keluarga korban,” kata Guo, dikutip dari Xinhua.

Red Cross Society of China juga memutuskan untuk memberikan bantuan darurat sebesar US$200.000 ke Iranian Red Crescent Society. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu penanganan korban serta kebutuhan kemanusiaan akibat serangan yang menewaskan anak-anak sekolah tersebut.

Guo menegaskan bahwa pihaknya mengecam segala bentuk serangan yang menargetkan warga sipil maupun fasilitas non-militer. Menurutnya, serangan terhadap sekolah dan anak-anak merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

“Menyerang sekolah dan melukai anak-anak merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta melampaui batas moral dan nurani kemanusiaan,” ujarnya.

China juga menyatakan kesediaannya untuk terus memberikan dukungan kepada Iran. Guo mengatakan bantuan tersebut diberikan dalam semangat kemanusiaan untuk membantu masyarakat melewati situasi sulit.

“China bersedia terus memberikan dukungan yang diperlukan kepada Iran agar rakyatnya dapat mengatasi kesulitan yang mereka hadapi,” katanya.

Sebelumnya Amerika Serikat (AS) s tengah melakukan penyelidikan terkait dengan serangan rudal terhadap sebuah sekolah perempuan makin kuat di Minab, Iran. Hal ini menyusul temuan adanya dugaan penggunaan data intelijen yang sudah usang oleh Negeri Paman Sam.

Penyelidikan yang masih berlangsung menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan besar serangan tersebut harus dipertanggungjawabkan oleh Amerika Serikat. Laporkan menunjukkan bahwa pejabat militer yang menyusun target serangan kemungkinan menggunakan data intelijen lama saat menentukan sasaran. Belum diketahui seberapa lama data tersebut telah kedaluwarsa dan faktor lain apa yang mungkin turut menyebabkan kesalahan penargetan tersebut.

Penyelidikan militer masih berjalan dan belum ada kepastian kapan hasil finalnya akan diumumkan. Namun rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan bahwa sekolah tersebut dihantam objek yang diduga sebagai Tomahawk Missile.

Baca Juga: Investor China Siap Jajaki Pengembangan Perikanan dan Pertanian di Pemprov Papua

Adapun 150 siswi diketahui menjadi korban serangan terhadap sebuah sekolah perempuan makin kuat di Minab, Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar