- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Pasokan Gas Bumi Jatim Dipastikan Aman, BPH Migas dan PGN Turun ke Lapangan
Kredit Foto: PGN
Dalam upaya mengamankan pasokan gas bumi di Jawa Timur selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan monitoring langsung ke sejumlah pelanggan gas bumi serta lokasi offtake station PGN.
Kolaborasi antara regulator dan badan usaha niaga tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan keandalan distribusi gas bumi bagi seluruh segmen pelanggan, mulai dari sektor industri, komersial, hingga rumah tangga, khususnya selama masa libur panjang.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa suplai gas bumi selama periode Nataru berada dalam kondisi sangat aman tanpa gangguan operasional.
Baca Juga: PGN Gagas Luncurkan Bengkel Keliling CNG di Jabodetabek
“Suplai gas bumi selama periode perayaan Natal dan Tahun Baru berada dalam kondisi sangat aman dan tidak mengalami kendala operasional,” ujar Wahyudi dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (30/12/2025).
Wahyudi menyampaikan bahwa kondisi penyaluran gas bumi justru relatif lebih aman karena kapasitas pasokan tersedia lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sistem distribusi dan pengangkutan gas berjalan normal dan andal, sementara sektor kelistrikan tetap beroperasi secara stabil.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Rumah Sakit William Booth Surabaya yang telah memanfaatkan gas bumi sejak 1998. Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa selama lebih dari dua dekade penggunaan gas bumi, tidak pernah terjadi gangguan pasokan. Selain keandalan, pemanfaatan gas bumi juga memberikan efisiensi biaya yang signifikan, dengan tingkat penghematan mencapai sekitar 53 persen.
Baca Juga: Sulit Saingi LPG, PGN Dorong Pemerintah Ubah Harga Gas Kota
Kunjungan juga dilakukan ke PT Indospring Tbk di Gresik, pelanggan sektor industri dengan konsumsi gas sekitar 1,2 juta standar kaki kubik per bulan. Perusahaan tersebut saat ini tengah melakukan pengembangan kawasan dan penambahan pabrik baru, yang menegaskan pentingnya keberlanjutan pasokan gas bumi yang kompetitif.
Wahyudi menegaskan bahwa kunjungan lapangan ini sekaligus mempertegas peran seluruh pemangku kepentingan.
“Kunjungan ke sektor industri dan rumah sakit ini sekaligus menjadi bagian dari penegasan peran regulator, peran badan usaha sebagai operator pipa transmisi, serta peran badan usaha niaga dalam menjaga kontinuitas penyaluran gas bumi agar tidak terjadi gangguan,” katanya.
Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana menyampaikan bahwa PGN telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru sejak November hingga 11 Januari.
Baca Juga: Siap-siap! PGN Manfaatkan Pipa SSWJ Alirkan Gas dari Olahan Batu Bara
“Menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), PGN telah melakukan berbagai persiapan dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas),” ujarnya.
Eri menjelaskan bahwa Satgas Nataru menjalankan tiga strategi utama, yakni memastikan keandalan infrastruktur, pemenuhan seluruh kontrak pasok, serta penerapan reliability strategy. “Kesiapan pasokan alternatif juga disediakan melalui beyond pipeline seperti CNG,” kata Eri.
Sementara itu, General Manager PGN SOR III Hedi Hedianto menyampaikan bahwa realisasi penyaluran gas selama periode Nataru di wilayah SOR III mencapai sekitar 236–241 BBTUD. Sebagian besar penyaluran gas tersebut digunakan untuk pembangkit listrik, antara lain di Tambak Lorok, Gresik, dan Batang.
Baca Juga: PGN Saka Raih Penghargaan Pilot Project Low Carbon Initiative dari SKK Migas
Hedi memastikan kesiapan layanan gas bumi di wilayah SOR III berjalan optimal sehingga seluruh sektor pelanggan dapat tetap aman dalam pemanfaatan gas bumi. PGN, kata dia, terus menjaga keandalan suplai selama periode Nataru.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Djati Waluyo
Editor: Djati Waluyo
Tag Terkait:
Advertisement