Bukannya Dapat Pujian, Ulah Trump Malah Panen Cacian dari Rakyat AS, 'Kedok Perangi Narkoba Padahal Incar Minyak'
Kredit Foto: Istimewa
Ratusan orang berdemo dan turun di jalanan kota Manhattan, Amerika Serikat (AS) memprotes operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Aksi protes tersebut merupakan bagian dari unjuk rasa nasional "Tolak Perang di Venezuela" yang digelar di lebih dari 100 kota di AS, termasuk Washington, Boston, Los Angeles, Atlanta, Chicago, dan Miami.
Para pengunjuk rasa berkumpul di Times Square sambil membawa berbagai poster yang bertuliskan "Jangan ganggu Venezuela", "AS, keluar dari Karibia", "Tolak perang untuk minyak Venezuela", dan " Pertahankan Venezuela dari imperialisme AS". Teriakan berbunyi "Pertahankan Venezuela, Bebaskan Maduro" bergema di tengah kerumunan massa.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Potensi Evaluasi Kerja Sama Energi dengan Venezuela, Tapi Pastikan Aset Aman
"Perang ini bukan tentang narkoba, ini tentang minyak Venezuela," kata Karen, seorang warga New York berusia paruh baya yang mengikuti unjuk rasa tersebut.
"Bagaimana mungkin Anda bisa berhak untuk ikut campur di Venezuela, untuk menyerang Venezuela?" tutur Karen. "Rasanya seolah kita bertindak seperti penjahat," lanjutnya.
Hassan, seorang mahasiswa dari Pakistan, mengatakan bahwa upaya yang dipimpin AS untuk merombak pemerintahan di negara lain bukanlah hal baru.
"Namun, setidaknya upaya itu sebelumnya menggunakan kedok, seperti mengatasnamakan pemulihan demokrasi di Timur Tengah," ujarnya.
"Namun, hari ini AS tidak lagi mengenakan kedok," kata Hassan. "Ini jelas-jelas tentang minyak dan sumber daya alam."
Salah satu penyelenggara unjuk rasa, Answer Coalition, yang merupakan singkatan dari Act Now to Stop War and End Racism (Bertindak Sekarang untuk Menghentikan Perang dan Mengakhiri Rasisme), mengutuk pengeboman terbaru yang dilakukan AS di Caracas dan penangkapan Maduro, menyerukan kepada warga Amerika untuk "menolak perang tiada akhir lainnya."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement