Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Bank Sentral China (People’s Bank of China) menyatakan akan memangkas rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio) dan suku bunga pada tahun ini untuk menjaga likuiditas tetap longgar, seiring komitmen melanjutkan kebijakan moneter yang relatif akomodatif.
PBOC mengatakan akan memperkuat penyesuaian kebijakan secara counter-cyclical dan cross-cyclical, mendorong permintaan domestik, memperbaiki sisi pasokan serta meredam risiko keuangan guna menopang pertumbuhan ekonomi yang stabil dan memberikan awal yang kuat bagi rencana lima tahun terbaru dari China.
Baca Juga: Pabrikan China Belum Mampu Kuasai Pasar Otomotif Korsel, Nomor Satu Masih Dikuasai Jerman
Bank sentral menegaskan akan menggunakan berbagai instrumen kebijakan moneter secara fleksibel dan efisien, termasuk pemangkasan reserve requirement ratio dan suku bunga.
“Bank sentral akan memanfaatkan secara fleksibel dan efektif berbagai alat kebijakan moneter seperti pemangkasan rasio cadangan wajib dan suku bunga, menjaga likuiditas yang memadai, mempertahankan kondisi pembiayaan secara keseluruhan tetap relatif longgar serta mengarahkan pertumbuhan kredit total yang wajar dan penyaluran pinjaman yang seimbang,” katanya, dilansir Rabu (7/1).
PBOC sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan loan prime rate (LPR) tanpa perubahan untuk bulan ketujuh berturut-turut, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Baca Juga: China Minta Bank Laporkan Eksposur Kredit ke Venezuela
Selain itu, bank sentral juga menegaskan akan menjaga nilai tukar yuan tetap pada tingkat yang wajar dan seimbang, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keuangan dan kepercayaan pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement