Kredit Foto: Azka Elfriza
PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) menargetkan pertumbuhan kredit hingga sekitar 10% pada 2026, lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan target pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek pembiayaan sepanjang tahun ini.
“Pertumbuhan kredit tahun ini, tentunya kita akan di atas economic growth. Kurang lebih sekitar 9–10%. Itu adalah target pertumbuhan buat kita,” ujar Steffano, saat ditemui di kantor Maybank Indonesia, Senayan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Siap-siap Akhir Pekan Ini, Maybank Akan Lakukan Pemeliharaan Sistem
Menurut Steffano, strategi pertumbuhan kredit Maybank Indonesia tidak hanya bertumpu pada segmen korporasi dan komersial, tetapi juga ditopang oleh pembiayaan UMKM yang menjadi bagian penting dari portofolio kredit perseroan. Segmen UMKM diarahkan tumbuh sejalan dengan target kredit secara keseluruhan, seiring dengan perannya dalam menopang kinerja bank. “UMKM kurang lebih juga sama,” katanya.
Steffano menegaskan UMKM tetap menjadi fokus utama bisnis Maybank Indonesia karena memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional. Perseroan memandang sektor UMKM sebagai fondasi penting pertumbuhan ekonomi, sekaligus kontributor signifikan terhadap penyaluran kredit perbankan.
“UMKM akan selalu menjadi tulang punggung dari Maybank Indonesia. Menjadi fokus utama dari bisnis. Dan kita tahu proses UMKM Indonesia ini selalu menjadi fondasi dari pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.
Baca Juga: Maybank Informasikan Pemeliharaan Layanan Fitur Pembayaran Pajak di M2E
Lebih lanjut, Steffano menilai berbagai kebijakan dan program pemerintah yang mendorong penguatan sektor UMKM turut memberikan dukungan positif terhadap keberlanjutan pembiayaan. Menurutnya, langkah-langkah tersebut membantu pelaku UMKM untuk terus tumbuh dan bertahan di tengah dinamika perekonomian.
“Dan kami juga melihat bahwa banyak sekali yang sudah dilakukan pemerintah untuk mendorong sektor UMKM ini terus bertumbuh dan bertahan,” katanya.
Dengan dukungan kebijakan tersebut, Steffano menyampaikan optimisme terhadap prospek pembiayaan UMKM ke depan. Ia menilai kinerja kredit UMKM pada 2026 berpotensi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dan kami yakin di 2026 tentunya bisa menjadi lebih baik dibandingkan 2025,” ujar Steffano.
Target pertumbuhan kredit tersebut menjadi bagian dari upaya Maybank Indonesia menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas aset, seiring dengan penguatan portofolio kredit pada sektor-sektor produktif yang dinilai memiliki prospek berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement