Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Melonjak Tajam, 4 Saham Dibekukan Sementara

Harga Melonjak Tajam, 4 Saham Dibekukan Sementara Kredit Foto: Istockphoto
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan menghentikan sementara perdagangan saham PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) sebagai langkah pendinginan (cooling down) demi melindungi investor. Kebijakan ini diambil menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai signifikan.

"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) pada tanggal 9 Januari 2026," kata Yulianto.

Keputusan tersebut diambil setelah saham PPGL mencatat kinerja impresif. Pada perdagangan Kamis (8/1), harga saham PPGL ditutup menguat 9,68% ke level Rp272. Dalam sepekan terakhir, saham ini telah melesat hingga 47,83%.

Baca Juga: Sebelum Demutualisasi, Purbaya Minta BEI Berantas Penggoreng Saham

Tidak hanya PPGL, BEI juga menjatuhkan suspensi terhadap sejumlah saham lain yang mengalami pergerakan harga signifikan. PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) ditutup naik 11,76% ke Rp228 dan mencatat lonjakan 150,55% dalam sebulan terakhir.

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) turut menguat 9,87% ke Rp835 dengan kenaikan 43,97% dalam sepekan. Sementara itu, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) ditutup melonjak 21,36% ke Rp1.250 dan mencatat kenaikan 30,89% dalam sepekan.

Baca Juga: Net Buy Rp950,23 Miliar, Investor Asing Diam-diam Incar 10 Saham Ini

Yulianto menegaskan bahwa penghentian sementara perdagangan ini diberlakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. "Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya," ujar Yulianto.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak yang berkepentingan agar selalu mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing Perseroan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement

Bagikan Artikel: