Kredit Foto: Cita Auliana
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan agar otoritas pasar modal memprioritaskan pemberantasan praktik penggoreng saham sebelum melangkah ke agenda demutualisasi bursa efek.
Menurutnya, pembenahan fundamental pasar menjadi kunci agar perubahan struktur kepemilikan bursa benar-benar memberi manfaat jangka panjang.
Usai konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Kamis (8/1/2026), Purbaya mengaku belum dapat memastikan apakah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan direalisasikan tahun ini.
Ia menegaskan, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan regulator pasar modal. Namun, secara pribadi, ia menilai langkah penertiban praktik manipulatif harus didahulukan.
Baca Juga: IHSG Cetak Sejarah Tembus 9.000, Purbaya: Akan Naik Terus
“Saya belum tahu, bisa ditanyakan ke OJK. Kalau pandangan saya sih, beresin dulu 'tukang goreng-goreng' itu baru demutualisasi,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memang tengah mengkaji rencana demutualisasi. Kajian tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola pasar modal, sekaligus meningkatkan transparansi dan perlindungan bagi investor.
Di sisi lain, Purbaya turut menyinggung capaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menembus level 9.000. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap fondasi ekonomi Indonesia. Sentimen yang membaik, lanjutnya, turut mendorong kinerja emiten dan pada akhirnya mengerek valuasi pasar.
Baca Juga: Proses Demutualisasi BEI Berlanjut, Aturan Turunan Disusun
Aliran dana investor, baik dari dalam maupun luar negeri, juga tercatat terus mengalir positif ke pasar modal Indonesia dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini, menurut Purbaya, menjadi indikator kuat bahwa kepercayaan pasar semakin solid.
“Jadi kalo kita lihat kan tiga bulan terakhir udah positif terus kan flow-nya ke kita. Jadi, ya itu menunjukkan bahwa ada perbaikan sentimen investor domestik maupun global terhadap perekonomian Indonesia yang ke depan kita harus jaga terus. Jadi kalo gitu mah tahun ini (IHSG) 10.000 gak susah-susah amat,” imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement