- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Saham PWON Terbang Usai Dibicarakan Anak Purbaya, Ini Sosok di Balik Kesuksesan Pakuwon Jati
Kredit Foto: Istimewa
Harga saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) pada perdagangan awal pekan ini melonjak, menyusul komentar Yudo Achilles Sadewa, putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di grup investasi media sosial Telegram.
PWON yang yang mengelola mal seperti Kota Kasablanka, Gandaria City, hingga Plaza Blok M ini dikendalikan oleh Alexander Tedja, pengusaha yang membangun bisnis properti superblok terintegrasi dari fondasi yang dirintis sejak awal 1980-an.
Alexander Tedja, Pendiri dan Pengendali Pakuwon
Alexander Tedja, kelahiran 22 September 1945, merupakan pendiri Pakuwon Group sekaligus pengendali utama PT Pakuwon Jati Tbk. Ia mengawali karier bisnisnya di industri perfilman dengan mendirikan PT ISAE Film pada 1972, disusul Menara Mitra Cinema Corp pada 1977, serta PT Pan Asiatic Film pada 1991.
Setelah lebih dari satu dekade berkiprah di industri hiburan, Alexander mulai merambah sektor properti pada 1982 dengan mendirikan Pakuwon Group. Langkah strategis berikutnya dilakukan pada 1989 ketika PT Pakuwon Jati Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PWON.
Proyek awal Plaza Tunjungan I yang mulai beroperasi sejak 1986 menjadi fondasi ekspansi bisnis Pakuwon di Surabaya. Pengembangan kemudian berlanjut ke Plaza Tunjungan II, III, dan IV yang membentuk Tunjungan City Superblock, salah satu kawasan superblok terpadu pertama di Jawa Timur.
Baca Juga: Disebut The Next PANI oleh Anak Purbaya, Saham Pakuwon Jati (PWON) Meledak
Ekspansi berikutnya dilakukan melalui pengembangan kawasan hunian Pakuwon City Surabaya pada 1994. Pada 2007, PWON masuk ke pasar Jakarta melalui akuisisi mayoritas saham pengembang Gandaria City, yang memperluas eksposur bisnis perusahaan di wilayah Jabodetabek.
Alexander Tedja pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Pakuwon Jati pada periode 1989–1998 dan sejak 1999 menduduki posisi Presiden Komisaris. Berdasarkan laporan Forbes 2023, kekayaan bersih Alexander tercatat mencapai US$1,1 miliar atau sekitar Rp16,7 triliun.
Model bisnis PWON ditopang oleh pendapatan berulang dari sewa pusat perbelanjaan, perkantoran, dan perhotelan. Struktur ini membuat arus kas PWON relatif stabil dibandingkan emiten properti yang bergantung pada penjualan aset satu kali.
PWON memiliki 48,15 miliar saham beredar. Dengan harga saham sekitar Rp470 per lembar, kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp22,64 triliun. Pemegang saham pengendali adalah Pakuwon Arthaniaga dengan kepemilikan 68,68%, sementara sisanya dimiliki publik.
Portofolio Properti di Berbagai Segmen
Seiring ekspansi bisnis, PWON membangun portofolio properti di berbagai segmen. Pada pusat perbelanjaan, aset utama perusahaan antara lain Pakuwon Mall Surabaya dan Bekasi, Pakuwon Mall Solo Baru, Pakuwon Mall Batam, Pakuwon Mall Jogja, Pakuwon City Mall Surabaya, serta Royal Plaza Surabaya.
Di segmen superblok, PWON mengembangkan Kota Kasablanka Superblock di Jakarta yang mencakup area komersial serta menara residensial Angelo, Bella, dan Chianti, serta Tunjungan City Superblock di Surabaya. Pada segmen hunian, PWON mengelola Apartemen Gandaria Heights di Jakarta, Condominium Regensi di Surabaya, serta menara residensial lain seperti Anderson’s dan One Icon.
Pada segmen perhotelan, portofolio PWON meliputi The Westin Surabaya, Aloft Surabaya Pakuwon City, Yogyakarta Marriott Hotel, serta Four Points by Sheraton di Bekasi dan Bali. Sementara untuk perkantoran, PWON mengelola Pakuwon Tower Surabaya.
Pemicu Pergerakan Saham
Pada perdagangan Senin (12/1/2026), saham PWON sempat melonjak hingga 23,86% ke level Rp436 per saham sejak awal sesi pukul 09.01 WIB. Saham kemudian ditutup di Rp400 pada akhir sesi I dan berakhir di Rp388 pada penutupan sesi II.
Lonjakan tersebut terjadi setelah komentar Yudo Achilles Sadewa beredar luas di grup investasi media sosial Telegram. “PWON akan jadi the next PANI? Dia akan buat Pakuwon Mall Semarang senilai Rp5,6 triliun di kawasan Gombel, Semarang. Proyek ini akan ditargetkan menjadi destinasi iconic baru di Kota Semarang,” tulis Yudo, Senin (12/1/2026).
Baca Juga: 435 Saham Merah Membara! IHSG Hari Ini Ditutup Ambruk ke Level 8.884
Selain menyinggung PWON, Yudo juga menilai sektor properti tertentu masih menarik seiring kebijakan pelonggaran likuiditas. Namun, ia mengingatkan investor untuk tetap rasional. “Tahan aja, kita lihat perkembangannya. Kalau perusahaannya rugi bertambah atau untungnya berkurang di laporan keuangannya, kita cut aja,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Business Development Pakuwon Jati, Ivy Wong, menyampaikan proyek Pakuwon Mall Semarang akan dibangun dalam dua tahap. “Untuk tahap pertama, proyek ini mencakup pusat perbelanjaan dengan Net Leasable Area 134.000 meter persegi, piazza berkapasitas 5.000 orang, serta Exhibition and Convention Hall,” ujar Ivy dalam siaran pers.
Baca Juga: Timothy Ronald Terseret Dugaan Penipuan Kripto, Kerugian Capai Rp200 Miliar?
Baca Juga: Investor Waspada! 4 Saham Ini Masuk Pengawasan Bursa
Selain pusat perbelanjaan, proyek tersebut juga mencakup hotel bintang empat dan lima dengan total 538 kamar, ballroom berkapasitas hingga 3.000 orang, serta area parkir yang mampu menampung 5.000 mobil dan 3.000 sepeda motor.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement