Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

4,6 Juta Lapangan Kerja dari Ekosistem Digital, Grab Klaim Kontribusi 50% PDB Ride Hailing

4,6 Juta Lapangan Kerja dari Ekosistem Digital, Grab Klaim Kontribusi 50% PDB Ride Hailing Kredit Foto: (Istimewa)
Warta Ekonomi, Jakarta -

Grab Indonesia mencatatkan kontribusi sekitar 50 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) yang dihasilkan industri ride hailing dan layanan pesan-antar daring di Indonesia, seiring pertumbuhan ekonomi digital dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan keberlanjutan kontribusi tersebut membutuhkan fondasi ekosistem digital yang kuat, khususnya dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan para mitra.

“Ke depan, ekosistem digital yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika mitra kami tetap terlindungi dan memiliki kepastian,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Grab dan GAC Teken Kerja Sama, Penumpang Bisa Pilih Naik Mobil Listrik Tanpa Tambahan Biaya

Pandangan tersebut sejalan dengan pernyataan Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera. Ia menilai keterlibatan sektor swasta berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“Konsep tiga babak yang diinisiasi Grab ini bisa menjadi contoh yang baik, karena juga mendukung upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja informal,” kata Dida. 

Dida menambahkan, Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi sehingga kontribusi ekonomi digital perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak ingin terjebak dalam middle income countries. Karena itu, pertumbuhan PDB digital harus berkelanjutan, bukan hanya jangka pendek,” ujarnya.

Tak hanya itu, Grab juga mencatat bahwa perusahaan telah berkontribusi menciptakan sekitar 4,6 juta lapangan kerja melalui digitalisasi UMKM dan kemitraan dengan pengemudi transportasi online di berbagai daerah.

Model ekonomi berbasis kemitraan ini dinilai semakin menguat seiring meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem transportasi dan layanan daring.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Istihanah

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: