Iran Larang AS dan Israel Masuk Hormuz, Ketegangan Energi Meningkat
Kredit Foto: Google Earth
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menegaskan pembatasan akses ke jalur energi paling strategis dunia. Selat Hormuz kini menjadi titik tekanan baru dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Perwakilan militer Iran Abolfazl Shekarchi menyatakan bahwa jalur tersebut akan ditutup bagi pihak yang dianggap sebagai lawan. Pernyataan itu menegaskan sikap keras Teheran dalam menghadapi tekanan militer dan politik.
“Selat Hormuz akan ditutup bagi Amerika dan Zionis untuk waktu yang lama. Dalam kondisi apa pun mereka tidak akan diizinkan mendekat,” ujarnya dalam siaran televisi pemerintah.
Baca Juga: Perang Iran-AS Bergeser: Air, Energi, hingga Data Kini Tak Lagi Aman
Kebijakan ini tidak berlaku untuk semua negara. Iran tetap membuka akses bagi sejumlah negara yang dinilai memiliki hubungan baik.
Negara seperti Rusia, China, India, Irak, dan Pakistan masih diizinkan melintasi jalur tersebut. Kebijakan selektif ini menunjukkan bahwa Iran tidak menutup total akses, melainkan menggunakan kontrol sebagai instrumen tekanan.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan sebagian besar pasokan minyak dunia. Gangguan di wilayah ini secara langsung berdampak pada distribusi energi global.
Selama konflik berlangsung, sejumlah kapal tanker dilaporkan menjadi target serangan saat melintasi kawasan tersebut. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran akan terganggunya stabilitas pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Trump Klaim Iran Hancur, Teheran Tegaskan Militernya Masih Kuat
Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya terjadi di medan tempur. Jalur perdagangan energi kini menjadi bagian dari strategi yang digunakan untuk menekan lawan.
Meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz membuat risiko terhadap pasar energi global ikut meningkat. Perkembangan ini berpotensi memengaruhi harga minyak dan kestabilan ekonomi di berbagai negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait:
Advertisement