Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan pendidikan formal tidak cukup dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Dalam mewujudkan hal tersebut, menurut Mendikdasmen harus dibangun sebagai sebuah kesatuan yang melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dan media secara selaras.
Baca Juga: Kembangkan Pariwisata Berkualitas, Ini Fokus Kemenpar
Ini disampaikan Mendikdasmen saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (11/1/2026).
“Pendidikan formal itu penting, tetapi tidak cukup. Pendidikan nonformal dan informal harus diperkuat agar setiap warga negara tetap mendapatkan haknya atas pendidikan bermutu,” ujar nya, dikutip dari siaran pers Kementendikdasmen, Rabu (14/1).
Kemendikdasmen terus mendorong penguatan pendidikan nonformal melalui kursus dan pelatihan, pendidikan kesetaraan, pendidikan jarak jauh, serta pendidikan terbuka. Pendidikan nonformal dinilai memiliki keunggulan dalam fleksibilitas waktu belajar, dengan kurikulum yang terstandar dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Di Kabupaten Tuban, pendidikan berbasis masyarakat dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Mendikdasmen mencontohkan pelatihan pengolahan hasil laut agar tidak hanya diolah secara tradisional, tetapi memiliki nilai tambah ekonomi. Program tersebut dapat diselenggarakan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) tanpa harus membangun gedung sekolah baru, selama terdaftar secara resmi dan tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dengan demikian, satuan pendidikan kesetaraan dapat memperoleh Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), serta lulusannya mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan formal.
“Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA, serta tetap dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jika sudah terdaftar resmi dan tertib dalam penyelenggaraannya, maka ijazahnya diakui dan dapat digunakan, termasuk untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” jelas Mendikdasmen.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen juga menyampaikan berbagai dukungan pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan di Kabupaten Tuban. Program revitalisasi satuan pendidikan menyasar 10 PAUD, 17 SD, 7 SMP, dan 4 SMA dengan total bantuan mencapai Rp21,5 miliar. Selain itu, program Papan Interaktif Digital (PID) telah menjangkau 931 satuan pendidikan sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pembelajaran.
Dalam rangkaian kunjungan kerja tersebut, Mendikdasmen melakukan penandatanganan batu peresmian fasilitas pendidikan dan rumah ibadah, serta meninjau sejumlah ruang kelas pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen untuk memastikan seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun yang dikelola masyarakat, berkembang dalam satu kesatuan yang saling menguatkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement