Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kalau Ijazah Gibran Bermasalah, Prabowo yang Repot, Kata PSI

Kalau Ijazah Gibran Bermasalah, Prabowo yang Repot, Kata PSI Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Polemik ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus memanas. Kali ini, kader PSI Dedy Nur Palakka ikut merespons desakan pakar hukum tata negara sekaligus eks Wamenkumham Denny Indrayana yang terus meminta Gibran menunjukkan ijazah SMA-nya, bahkan hingga menggelar sayembara dengan hadiah ratusan juta rupiah.

Dedy menilai persoalan tersebut seharusnya tidak perlu diperpanjang. Ia berpendapat Gibran telah memenuhi persyaratan administratif ketika maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024, sehingga kecil kemungkinan Prabowo Subianto bersedia menggandengnya apabila memang terdapat persoalan mendasar pada dokumen pendidikan tersebut.

"Ngga mungkin juga Prabowo Subianto mau berpasangan sama orang yang bermasalah seperti tuduhan mahkluk ini," tulis Dedy di akun X belum lama ini.

Baca Juga: 'Prabowo Tidak Ingin Berhenti pada Retorika, Dia Ada Keberanian Mengambil Keputusan'

Dedy juga menegaskan bahwa ijazah Gibran sebenarnya telah ditunjukkan, meski bukan secara langsung kepada pihak-pihak yang kini mempertanyakannya. Menurutnya, dokumen persyaratan pencalonan telah diserahkan kepada lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk memeriksanya.

"Sudah ditunjukan, cuman tidak di muka beliau ini. Di mana ijazah itu ditunjukkan, ya di lembaga negara yang berwenang. Kalau lembaga negara yang berwenang ngga berisik artinya data-data administratif yang dibutuhkan sebagai syarat pencalonan terpenuhi," katanya.

"Segampang itu. Cuman mahkluk ini memang luar biasa ribetnya, semua alasan-alasan yang katanya berbasis konstitusional ditolak oleh MK, kenapa?" lanjut Dedy.

Bagi Dedy, apabila persyaratan Gibran memang bermasalah, pihak yang paling terdampak justru Prabowo dan tim suksesnya saat proses pencalonan Pilpres 2024.

"Karena Gibran Rakabuming Raka memang sudah memenuhi syarat, kalau ngga yang repot adalah Prabowo Subianto dan team suksesnya," ujar Dedy.

Baca Juga: Masyarakat Siap-siap! Purbaya Bakal Pungut Pajak Baru Jika Hal Ini Terjadi

Namun, pernyataan tersebut belum membuat Denny Indrayana menghentikan desakannya. Eks Wamenkumham itu justru kembali menggaungkan sayembara untuk mencari pihak yang dapat menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran.

Tak tanggung-tanggung, Denny menyebut hadiah sayembara tersebut kini telah meningkat dari Rp100 juta menjadi Rp350 juta.

"Sudah seminggu, tidak ada yang berani menjadi peserta Sayembara Ijazah SMA/Sederajat Mas Gibran. Hadiahnya sudah naik lebih 350% menjadi Rp 350.050.000," tulisnya di akun X.

Denny bahkan mengaitkan keberadaan ijazah tersebut dengan persyaratan Gibran sebagai wakil presiden. Ia menyebut persoalan dokumen pendidikan dapat berdampak terhadap status Gibran apabila tidak dapat dibuktikan.

"Tanpa bukti lulus pendidikan SMA/sederajat, Mas Gibran tidak lagi memenuhi syarat Wakil Presiden sebagaimana Pasal 7A UUD 1945, dan karenanya wajib berhenti atau diberhentikan sebagaimana Pasal 8 UUD 1945," ungkap dia.

"Ayo Mas Gibran jangan hanya main karet gelang, tunjukkan ijazah SMA/sederajat Anda tidak hilang," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri