Jejak Bisnis Dharma Mangkuluhur, Generasi Baru Keluarga Cendana
Kredit Foto: Ida Umy Rasyidah
Nama Dharma Mangkuluhur Hutomo kembali mengemuka pada awal 2026. Sorotan publik tertuju pada pernikahannya yang digelar di Sentul, Jawa Barat, namun di luar agenda personal tersebut, Dharma merupakan bagian dari generasi baru keluarga Cendana yang aktif mengelola bisnis lintas sektor melalui struktur korporasi formal.
Di usia 27 tahun, Dharma tidak tampil sebagai figur publik yang mengedepankan personal branding, melainkan menjalankan peran strategis di sejumlah entitas usaha yang bergerak di sektor berbasis aset, pariwisata, hingga gaya hidup premium. Jejaknya mencerminkan pergeseran cara bisnis keluarga lama beradaptasi di tengah tuntutan tata kelola, transparansi, dan mekanisme pasar modern.
Dharma Mangkuluhur di Peta Bisnis Nasional
Dharma merupakan putra sulung Tommy Soeharto dan Tata Cahyani. Ia lahir pada 8 Agustus 1998, hanya beberapa bulan setelah berakhirnya pemerintahan Presiden RI ke-2 Soeharto. Artinya, Dharma tumbuh sepenuhnya di era pascareformasi, ketika lanskap bisnis Indonesia bergerak menuju sistem pasar yang lebih terbuka dan terawasi.
Dalam peta bisnis nasional, keterlibatan Dharma berada pada lapisan pengelolaan dan pengawasan perusahaan, bukan sebagai pemilik tunggal aset. Perannya tercermin dari jabatan komisaris dan direksi di sejumlah entitas yang sebagian besar masih berada dalam ekosistem usaha keluarga, namun beroperasi melalui badan hukum terbuka, termasuk emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Profil Sang Penerus
Pendidikan Dharma ditempuh di luar negeri. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di Singapura sebelum melanjutkan studi bisnis di EU Business School, Barcelona, Spanyol. Dharma meraih gelar sarjana pada 2019.
Latar belakang pendidikan bisnis internasional tersebut menjadi modal awal ketika ia mulai terlibat aktif dalam struktur manajemen perusahaan keluarga. Pendekatan yang diambil tidak semata berbasis relasi, tetapi melalui jalur korporasi yang mengedepankan pembagian peran, pengawasan, dan akuntabilitas.
Portofolio Bisnis Bernilai Besar
Keterlibatan Dharma Mangkuluhur tersebar di sejumlah sektor dengan karakter berbasis aset dan konsumsi premium, yang umumnya memerlukan investasi jangka panjang dan disiplin pengelolaan.
Salah satu peran utamanya adalah sebagai Komisaris Utama PT Intra Golflink Resorts Tbk. Emiten ini mengelola aset lapangan golf dan resor, antara lain Palm Hills Golf Sentul, New Kuta Golf Bali, Imperial Klub Golf, serta unit hotel dan pariwisata pendukung. Berdasarkan keterbukaan perusahaan, Golflink mengalokasikan investasi sekitar Rp1,2 triliun untuk pengembangan lapangan golf dan ekosistem pariwisata terpadu.
Di sektor properti perkantoran, Dharma menjabat Komisaris PT Wisma Purnayudha Putra, pengelola Mangkuluhur City Office Tower di kawasan Gatot Subroto, Jakarta. Properti ini dikenal sebagai gedung perkantoran premium yang menyasar penyewa korporasi besar dan multinasional, dengan nilai aset yang signifikan dalam portofolio properti keluarga.
Selain itu, Dharma terlibat sebagai Presiden Direktur/Direksi PT Humpuss Land, anak usaha Humpuss Group yang bergerak di bidang properti, konstruksi, real estate, hotel, kawasan hijau (green city), hingga pengembangan proyek berbasis infrastruktur digital seperti data center. Ekspansi ke sektor digital mencerminkan upaya menyesuaikan bisnis berbasis aset dengan kebutuhan ekonomi baru.
Di luar sektor properti dan pariwisata, Dharma juga mengembangkan bisnis gaya hidup. Ia tercatat sebagai pengelola Lounge In The Sky Jakarta, restoran fine dining dengan konsep makan di ketinggian sekitar 50 meter yang kini hadir di Jakarta dan Bali. Selain itu, ia juga mengelola BOCA RICA Tapas Bar & Lounge, restoran kuliner Spanyol yang menyasar segmen premium.
Transisi dari Kompetisi ke Korporasi
Sebelum masuk ke dunia korporasi, Dharma lebih dulu dikenal di arena balap. Ia mulai terjun ke dunia balap sejak usia delapan tahun dan bergabung dengan Humpuss Junior Racing Team. Sejumlah kompetisi tingkat regional Asia pernah diikutinya, termasuk Asia Karting Open Championship dan Asian Formula Renault.
Pengalaman di dunia balap—yang menuntut disiplin, manajemen risiko, dan konsistensi—menjadi fase awal sebelum Dharma berpindah ke peran pengawasan dan manajerial di perusahaan keluarga. Transisi tersebut menandai pergeseran dari kompetisi individual menuju pengelolaan organisasi dengan struktur yang lebih kompleks.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement