Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan pos kesehatan dan layanan sosial bagi warga yang mengungsi di berbagai titik. Kolaborasi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta terus diperkuat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan banjir segera surut.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa penyumbatan sampah di sungai telah mengalami penurunan signifikan. Banjir yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di beberapa titik.
“Karena curah hujan yang ekstrem ini, kebijakan work from home dan school from home telah kami setujui, dan surat edarannya sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan serta Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Gubernur Pramono memerintahkan normalisasi tiga sungai utama, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama. Sementara penanganan jangka pendek dilakukan melalui OMC, pembersihan saluran air, serta imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Tanpa upaya bersama, banjir berpotensi terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” tutup Gubernur Pramono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement