Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bursa Wall Street Mixed, Anjloknya Saham Intel Jadi Concern Investor

Bursa Wall Street Mixed, Anjloknya Saham Intel Jadi Concern Investor Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Wall Street ditutup bervariasi dan relatif tidak banyak berubah pada perdagangan di Jumat (23/1). Selera risiko investor meredup di akhir pekan yang bergejolak akibat kejatuhan saham dari Intel.

Dilansir dari Reuters, Senin (26/1), Dow Jones Industrial Average turun 0,58% ke 49.098,71. Sementara S&P 500 naik tipis 0,03% menjadi 6.915,61 dan Nasdaq Composite menguat 0,28% ke 23.501,24.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Saham Jepang Naik Usai Suku Bunga Ditahan BOJ

Di Amerika Serikat (AS) Meski terjadi koreksi terbatas sepanjang pekan, investor dinilai masih cukup percaya diri bahwa perekonomian tetap berada dalam kondisi solid, meskipun volatilitas yang dipicu isu geopolitik masih membayangi pasar.

“Kami merasa cukup baik dengan posisi pasar saat ini dari sudut pandang investor,” kata Kepala Strategi Investasi Focus Partners Wealth, Jason Blackwell.

Ia menambahkan bahwa volatilitas sudah diperkirakan terjadi tahun ini, terutama menjelang pemilu paruh waktu pada 2026. Namun demikian, kinerja laba perusahaan diperkirakan tetap kuat dan pertumbuhan ekonomi masih berjalan stabil.

Saham Intel menjadi penekan utama pasar setelah perusahaan tersebut memproyeksikan pendapatan dan laba kuartalan di bawah ekspektasi pasar. Intel mengakui masih menghadapi kesulitan memenuhi permintaan chip server untuk pusat data kecerdasan buatan.

Dengan banyak saham teknologi dan semikonduktor masih diperdagangkan pada valuasi tinggi, tahun ini dipandang sebagai periode krusial bagi industri kecerdasan buatan untuk mulai menunjukkan kontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan, seiring besarnya belanja modal yang telah dikeluarkan.

Baca Juga: Saham Tertekan, Prajogo Pangestu Turun Gunung Serok BRPT, BREN dan CUAN Rp25,7 Miliar

Perhatian investor akan semakin tertuju pada laporan keuangan pekan depan, ketika sejumlah perusahaan raksasa teknologi dijadwalkan merilis kinerja keuangannya di AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: