Kredit Foto: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat kinerja keuangan yang melampaui target pada tahun buku 2025 dengan EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun. Realisasi tersebut melampaui pedoman kinerja perseroan yang sebelumnya dipatok pada kisaran Rp1,8–Rp1,9 triliun.
Dalam laporan kinerja kuartal IV dan tahun buku 2025 yang dirilis di Jakarta, Rabu (11/3/2026), perseroan juga mencatat rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp672 miliar pada kuartal IV 2025.
Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo mengatakan pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan transaksi, peningkatan jumlah pengguna, serta penguatan profitabilitas di sejumlah lini bisnis utama.
“Kami mencatatkan kinerja yang kuat di kuartal keempat dan selama tahun 2025, dengan GTV inti meningkat 49% secara tahunan dan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp2 triliun, melampaui pedoman yang telah kami tetapkan. Seiring berlanjutnya momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp3,2–Rp3,4 triliun,” ujar Hans Patuwo.
Secara operasional, nilai transaksi bruto inti (core gross transaction value/GTV) Grup GoTo tumbuh signifikan. Pada kuartal IV 2025, GTV inti mencapai Rp124 triliun atau naik 57% secara tahunan (year-on-year/YoY). Untuk setahun penuh, GTV inti meningkat menjadi Rp400 triliun atau tumbuh 49% YoY.
Total GTV Grup tercatat Rp212 triliun pada kuartal IV atau naik 47% YoY, dan mencapai Rp686 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 32% YoY.
Dari sisi pendapatan, GoTo membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5 triliun pada kuartal IV 2025 atau naik 19% YoY. Secara tahunan, pendapatan bersih mencapai Rp18,3 triliun atau meningkat 24% YoY.
Peningkatan kinerja tersebut juga didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna. Pengguna yang bertransaksi tahunan (annual transacting users/ATU) meningkat 24% menjadi 66 juta pengguna sepanjang 2025.
Direktur Keuangan GoTo Simon Ho menyatakan peningkatan kinerja perusahaan tidak hanya tercermin dari pertumbuhan pendapatan, tetapi juga dari penguatan profitabilitas dan arus kas.
“Kinerja kami mencerminkan keberhasilan yang terus berlanjut dalam upaya mencetak pertumbuhan pendapatan (top-line) dan meningkatkan profitabilitas (bottom-line). Kami kembali mencetak rekor EBITDA Grup yang disesuaikan, ditopang oleh peningkatan pendapatan bersih, disiplin biaya, dan operating leverage yang positif,” kata Simon Ho.
Perseroan juga mencatat arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp748 miliar pada kuartal IV 2025 dan Rp966 miliar sepanjang tahun.
Dari sisi unit usaha, segmen financial technology mencatat pertumbuhan signifikan dengan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp226 miliar pada kuartal IV dan Rp497 miliar untuk setahun penuh. Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan transaksi pembayaran serta ekspansi bisnis pinjaman.
Pendapatan bersih unit financial technology mencapai Rp1,7 triliun pada kuartal IV atau naik 45% YoY dan Rp5,8 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 62% YoY. Nilai buku pinjaman konsumen juga meningkat 68% YoY menjadi Rp8,8 triliun.
Baca Juga: GoTo Cairkan Bonus Hari Raya 2026 untuk Ojol, Anggaran Dua Kali Lipat Jadi Rp110 M
Baca Juga: GoTo Alokasikan Rp110 Miliar untuk Bonus Hari Raya Mitra Driver 2026
Baca Juga: GoTo Tegaskan Investasi Google dan Restrukturisasi Saham Sesuai Regulasi
Sementara itu, unit usaha on-demand services mencatat EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp415 miliar pada kuartal IV atau naik 55% YoY dan Rp1,4 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 105% YoY.
Pendapatan bersih segmen ini tercatat Rp3,4 triliun pada kuartal IV atau naik 10% YoY dan Rp12,6 triliun sepanjang tahun atau meningkat 16% YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi komposisi produk, peningkatan pendapatan iklan, serta pengendalian insentif.
Untuk tahun 2026, GoTo menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 59% hingga 69% dibandingkan realisasi 2025, seiring ekspansi bisnis dan penguatan monetisasi ekosistem digital perusahaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: