Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Proyek Aluminium MIND ID Berpotensi Serap 14.700 Pekerja

Proyek Aluminium MIND ID Berpotensi Serap 14.700 Pekerja Kredit Foto: MIND ID
Warta Ekonomi, Jakarta -

Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) menggenjot hilirisasi bauksit terintegrasi di Mempawah, Kalimantan Barat, sebagai bagian dari strategi menuju swasembada aluminium nasional. Proyek ini diproyeksikan menyerap hingga 14.700 tenaga kerja baru di sepanjang rantai industri bauksit–alumina–aluminium.

Anggota Komisi XII DPR RI, Eddy Soeparno, menyatakan dukungan terhadap pengembangan industri bauksit terintegrasi yang dinilai berpotensi besar menciptakan lapangan kerja formal dan berkualitas.

“Kami menyambut positif pengembangan industri bauksit terintegrasi ini karena dampaknya sangat signifikan, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja formal yang terampil dan terdidik,” ujar Eddy kepada Warta Ekonomi, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: Pertamina dan MIND ID Kolaborasi Hilirisasi Batu Bara jadi DME untuk Kurangi Impor LPG

Hilirisasi aluminium di Kalimantan Barat ini ditopang oleh investasi besar. Berdasarkan dokumen Pre-Feasibility Study(PFS) yang disusun BPI Danantara bersama Satuan Tugas Hilirisasi, total nilai investasi pengembangan ekosistem aluminium di wilayah tersebut mencapai Rp60 triliun.

Eddy menilai skala investasi tersebut berpotensi memicu efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk penguatan rantai pasok dan pertumbuhan usaha penunjang di sekitar kawasan industri.

“Investasi dalam skala besar akan menciptakan multiplier effect yang kuat, terutama bagi perkembangan ekonomi lokal dan penguatan rantai pasok industri alumina,” katanya.

Dorongan hilirisasi ini juga dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor aluminium. Kebutuhan aluminium nasional saat ini mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun, dengan sekitar 54 persen masih dipenuhi dari pasar luar negeri.

Di sisi lain, Indonesia memiliki sumber daya bauksit yang besar, dengan total sumber daya mencapai 7,78 miliar ton dan cadangan sekitar 2,86 miliar ton. Potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dioptimalkan untuk mendukung kemandirian industri aluminium nasional.

Baca Juga: MIND ID Catat Kinerja Gemilang, Saham Timah (TINS) Juara dengan Lonjakan 190%!

Untuk mengelola rantai industri dari hulu hingga hilir, MIND ID melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membentuk perusahaan patungan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). Perusahaan ini mengembangkan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 dan Fase 2 di Mempawah, masing-masing dengan kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun.

Produk alumina dari fasilitas tersebut selanjutnya akan diproses menjadi aluminium di Smelter Inalum Kuala Tanjung yang kapasitasnya ditingkatkan menjadi 520 ribu ton per tahun. Selain itu, MIND ID juga merencanakan pembangunan smelter aluminium baru di Mempawah dengan kapasitas 600 ribu ton per tahun.

Integrasi industri dari bauksit hingga aluminium ini diharapkan memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri. Eddy menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi sejalan dengan kepentingan nasional, terutama bagi negara dengan sumber daya mineral yang melimpah.

“Pemrosesan sumber daya di dalam negeri akan memastikan nilai tambah ekonomi tetap berada di Indonesia. Jika hilirisasi berlanjut hingga produk turunan dan barang jadi, manfaatnya akan dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: