Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MIND ID Catat Kinerja Gemilang, Saham Timah (TINS) Juara dengan Lonjakan 190%!

MIND ID Catat Kinerja Gemilang, Saham Timah (TINS) Juara dengan Lonjakan 190%! Kredit Foto: MIND ID
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup kalender perdagangan tahun lalu dengan catatan positif bagi saham emiten tambang yang tergabung dalam Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID). Sejumlah saham pelat merah sektor tambang mencatatkan penguatan signifikan sepanjang tahun dari 2025.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama menilai tren positif saham badan usaha negara nonbank sepanjang lalu menjadi penopang pasar di luar dominasi sektor perbankan. Ia menyebut sejumlah emiten tambang memiliki fondasi teknikal yang solid untuk melanjutkan tren penguatan.

Baca Juga: Jual Saham VKTR, PT Bakrie Metal Industries Raup Rp466 Miliar

“Sejumlah emiten pelat merah nonbank memperlihatkan tren teknikal yang positif. Ada prospek relatif kuat dari saham seperti TINS, ANTM, TLKM dan PGEO,” ujar Nafan, dilansir Minggu (4/1).

PT Timah Tbk. (TINS) menjadi emiten dengan kinerja terbaik dalam grup terkait setelah harga sahamnya melesat secara year-to-date hingga 190,65%. Penguatan tersebut menempatkan perusahaan itu sebagai juara pertumbuhan saham di antara emiten tambang dari Bahan Usaha Milik Negara (BUMN) .

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM). Ia mencatat kenaikan year-to-date hingga 106,56%. Penguatan saham perusahaan ini didukung oleh prospek logam mulia domestik serta ekspansi operasional perseroan.

Adapun PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) membukukan kenaikan year-to-date hingga 42,96%. Hal tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi volatilitas pasar global. 

Menurut Nafan, faktor kepemimpinan dan aksi korporasi turut berperan dalam meningkatkan kepercayaan investor. Perombakan jajaran direksi dan komisaris di lingkungan badan usaha negara dinilai memberi sinyal penguatan disiplin belanja modal dan efisiensi operasional.

Kehadiran Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia serta wacana restrukturisasi menjadi katalis baru bagi sentimen positif pasar. Nafan menilai konsistensi pengelolaan aset strategis oleh badan tersebut dapat membuka peluang perbaikan kinerja emiten dan indeks terkait pada 2026.

Baca Juga: Purbaya Minta Direksi BEI Berantas Saham Gorengan

Ke depan, sektor komoditas strategis dan energi diperkirakan masih mendominasi pasar modal. Emiten tambang dinilai menjadi salah satu kandidat kuat, seiring valuasi saham badan usaha negara yang dinilai berada pada kategori value stocks serta potensi biaya dana yang lebih kompetitif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: