Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dikritik Soal Banjir Bekasi, Dedi Mulyadi Akui Kesalahan Tata Ruang dan Siapkan Tiga Langkah Strategis

Dikritik Soal Banjir Bekasi, Dedi Mulyadi Akui Kesalahan Tata Ruang dan Siapkan Tiga Langkah Strategis Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Bandung -

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kritik publik yang meminta dirinya lebih fokus pada penanganan banjir di wilayah Bekasi. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari solusi menyeluruh, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam pernyataannya, Dedi secara terbuka mengakui bahwa kesalahan tata ruang menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir, khususnya akibat alih fungsi lahan pesawahan dan rawa yang seharusnya berperan sebagai daerah resapan air.

“Bahwa area pesawahan, rawa itu dibuat danau. Itu memang kesalahan dan salah satunya juga salah kenapa diberi izin,” ujar Dedi, Minggu (1/2/2026).

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Dedi mengungkapkan bahwa Pemprov Jawa Barat telah menyiapkan tiga langkah strategis sebagai upaya konkret mengatasi banjir yang kerap melanda Bekasi.

Langkah pertama adalah menghentikan pembangunan perumahan di kawasan yang tidak sesuai peruntukan, termasuk di area pesawahan dan rawa.

“Satu, membuat surat edaran agar seluruh perumahan pemukiman yang dibangun di area yang terlarang itu dihentikan,” kata Dedi.

Langkah kedua, Pemprov Jabar mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk segera melakukan perubahan tata ruang, agar fungsi lahan kembali sesuai dengan peruntukannya.

“Yang kedua, agar pemerintah kabupaten dan kota melakukan perubahan tata ruang, termasuk pemerintahan provinsi,” lanjutnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Dedi mengungkapkan telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mempercepat pembangunan Danau Cibeet.

“Saya sudah bertemu dengan Menteri PU untuk melakukan percepatan pembangunan Danau Cibeet. Ini juga solusi dan baru selesai 2028,” ujarnya.

Sambil menunggu proyek tersebut rampung, Pemprov Jabar juga menyiapkan langkah mitigasi dengan memperkuat infrastruktur pengendali banjir.

“Saya juga sudah meminta kepala BBWS untuk memperkuat tanggul-tanggul sehingga tidak mudah untuk jebol,” tegas Dedi.

Selain soal banjir, Dedi juga menanggapi kritik terkait kehadirannya di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Ia mengapresiasi kritik tersebut dan memandangnya sebagai bentuk kontrol publik.

“Saya mengucapkan terima kasih pada anak muda yang mengkritik saya,” ujarnya.

Baca Juga: Anggaran Terbatas, Desa Tak Boleh Mandek: Dedi Mulyadi Dorong Aparat Desa Kreatif

Menurut Dedi, kehadiran pemimpin di tengah bencana bukan sekadar simbolis, melainkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi relawan serta korban.

“Kadang kehadiran pemimpin di tengah mereka itu membawa spirit bagi mereka,” katanya.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila kepemimpinannya belum sepenuhnya memuaskan semua pihak.

“Untuk itu mohon maaf apabila kepemimpinan saya belum bisa memuaskan semua pihak dan masih banyak kekurangan,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: