Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Melemah, OJK Ungkap Pasar Asia Sama-sama Terpukul

IHSG Melemah, OJK Ungkap Pasar Asia Sama-sama Terpukul Kredit Foto: OJK
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Senin (2/2/2026). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan yang terjadi di pasar saham domestik sejalan dengan pelemahan indeks-indeks utama di kawasan regional.

IHSG ditutup turun 4,88% ke level 7.922,73 pada akhir perdagangan. Pelemahan tersebut terjadi di tengah koreksi pasar saham Asia yang berlangsung secara serentak.

Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penurunan IHSG perlu dilihat dalam perspektif yang lebih luas karena tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di pasar regional.

“Saya sampaikan bahwa pada hari ini teman-teman media pasti juga mencermati bagaimana market pada hari ini ditutup turun 4,8%. Jadi indeksnya di 7.922,73,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Ambles 4,88% ke 7.922, Saham Konglo Rontok hingga ARB

Menurut dia, pelemahan pasar saham terjadi di berbagai negara Asia dengan tingkat koreksi yang bervariasi. Bahkan, beberapa indeks regional mencatatkan penurunan yang lebih dalam dibandingkan IHSG.

“Kalau kita lihat teman-teman ya, secara regional indeks-indeks di regional juga minus ya. Kalau kita lihat di CPI Korea itu minusnya bahkan jauh lebih dalam 5% lebih ya, 5,4%. Kemudian di Hongkong, kemudian India, Singapura, dan Tiongkok juga secara regional melemah juga,” katanya.

Selain pasar saham, Friderica menyebutkan tekanan juga terjadi pada aset lainnya, termasuk komoditas emas.

“Emas juga melemah pada hari ini. Jadi kita melihatnya ini juga untuk perspektif yang lebih luas dan lebih global begitu ya,” ujarnya.

Baca Juga: IHSG Masih Tertekan, Keputusan MSCI Jadi Penentu Arah Pasar

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari sentimen global dan regional yang memengaruhi pasar keuangan secara umum.

“Jadi, market kita hari ini walaupun turun tapi ada hal-hal baik yang bisa kita lihat,” kata Friderica.

Data perdagangan menunjukkan pelemahan IHSG terjadi seiring meningkatnya volatilitas pasar di kawasan Asia, di tengah tekanan pada berbagai kelas aset. OJK menilai dinamika tersebut perlu dicermati dengan melihat perkembangan regional dan global secara menyeluruh.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: