Kredit Foto: Azka Elfriza
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (2/2/2026) meski investor asing mencatatkan pembelian bersih setelah empat hari berturut-turut melakukan aksi jual. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investor asing membukukan net buy sebesar Rp54,9 miliar di tengah koreksi pasar.
IHSG ditutup turun 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73. Sepanjang perdagangan, indeks sempat tertekan hingga menyentuh level terendah di 7.820,22. Data RTI menunjukkan tekanan jual mendominasi pasar dengan 720 saham melemah, 58 saham menguat, dan 36 saham stagnan.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan penurunan tajam IHSG perlu dicermati secara lebih menyeluruh. Menurut dia, di balik koreksi indeks, terdapat pergerakan positif dari investor asing.
Baca Juga: IHSG Melemah, OJK Ungkap Pasar Asia Sama-sama Terpukul
“Saya sampaikan bahwa pada hari ini teman-teman media pasti juga mencermati bagaimana market pada hari ini ditutup turun 4,8%. Jadi indeksnya di 7.922,73. Namun di balik angka penurunan tersebut tentu ada hal lain yang harus kita lihat juga dan ini hal yang sangat baik. Ternyata setelah 4 hari asing net sell, pada hari ini asing mencatatkan net buy sebesar Rp54,9 miliar,” ujar Friderica di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, pembalikan arah transaksi investor asing tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah tekanan pasar saham domestik.
“Jadi ini berita bagusnya bahwa ternyata foreign buy hari ini setelah 4 hari kemarin net dari foreign,” lanjutnya.
Baca Juga: IHSG Masih Tertekan, Keputusan MSCI Jadi Penentu Arah Pasar
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 50,39 miliar lembar saham dengan frekuensi 2.948.983 kali transaksi. Nilai transaksi yang dibukukan pasar saham mencapai Rp29,17 triliun hingga penutupan perdagangan.
Tekanan terhadap IHSG pada perdagangan awal pekan ini terjadi secara merata di pasar, tercermin dari dominasi saham yang ditutup di zona merah. Meski demikian, data OJK menunjukkan mulai adanya minat beli dari investor asing, yang tercermin dari posisi pembelian bersih di tengah koreksi indeks.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri