Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas generasi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.
Selain kolaborasi, perencanaan yang matang, kesinambungan kebijakan juga diperlukan dalam pembangunan nasional.
Baca Juga: Langkah Strategis Kementerian UMKM Dorong UMKM di Batam Naik Kelas
Ini disampaikan Menko AHY saat menerima audiensi Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA) di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dirinya menilai komunitas alumni seperti IKASTARA memiliki peran strategis sebagai mitra dialog dan kolaborasi pemerintah.
“Pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan yang kuat, keberlanjutan, serta kemampuan untuk memperbaiki berbagai persoalan di lapangan. Karena itu, kolaborasi dan kontribusi berbasis kompetensi menjadi sangat penting,” ujar Menko AHY, dikutip dari siaran pers Kementenko Infra, Rabu (4/2).
Menko AHY menekankan IKASTARA perlu menjaga semangat inklusivitas dan menghindari eksklusivitas. Ia menilai organisasi alumni harus menjadi ruang yang terbuka, mampu menjembatani perbedaan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“IKASTARA tidak boleh menjadi organisasi yang eksklusif. Justru harus menjadi platform kolaborasi, ruang bertemu, dan wadah berkontribusi bersama bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Menko AHY.
Lebih lanjut, Menko AHY menyoroti pentingnya kompetensi sumber daya manusia dalam setiap peran dan profesi. Ia mengingatkan jejaring yang kuat harus ditopang oleh kapasitas dan profesionalisme agar mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: