Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lawan Monopoli China, Trump Luncurkan Blok Dagang Mineral Kritis

Lawan Monopoli China, Trump Luncurkan Blok Dagang Mineral Kritis Kredit Foto: AP Photo/Andy Wong
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pembentukan blok perdagangan preferensial bersama negara-negara sekutu untuk mineral kritis demi melawan dominasi terkait komoditas itu, yang dimiliki oleh China.

Dikutip dari Reuters, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance mengatakan bahwa blok tersebut nantinya akan menghadirkan beragam manuver dan kebijakan, termasuk dengan penerapan harga dasar terkoordinasi demi menghalau mineral kritis murah dari China.

Baca Juga: Bocorkan Rahasia AI Google ke China, Eks Karyawan Terancam 175 Tahun Penjara

“Kami ingin menghilangkan masalah membanjirnya mineral kritis murah ke pasar kami yang melemahkan produsen domestik,” kata Vance.

Ia menambahkan, pemerintahannya akan menetapkan harga acuan mineral kritis dalam setiap tahap produksi. Harga tersebut akan mencerminkan nilai pasar wajar dan berfungsi sebagai harga minimum bagi anggota zona perdagangan preferensial, yang dijaga melalui tarif yang dapat disesuaikan.

Vance yakin bahwa dengan menjamin harga minimum lewat aturan perdagangan bersama, semua pihaknya berharap dapat mendorong investasi swasta dalam sektor pertambangan dan pemrosesan mineral, yang selama ini kesulitan bersaing dengan pasokan murah dari China.

Kebijakan ini berpotensi mengubah rantai pasok global untuk material penting bagi kendaraan listrik, semikonduktor, dan sistem pertahanan. Namun, langkah tersebut juga diperkirakan meningkatkan biaya produksi dalam jangka pendek serta memperbesar ketegangan perdagangan dengan Beijing.

China selama ini memegang kendali kuat atas pemrosesan berbagai mineral penting dan kerap menggunakannya sebagai alat tekanan geoekonomi, termasuk melalui pembatasan ekspor dan penekanan harga. Praktik tersebut dinilai menghambat upaya negara lain untuk mendiversifikasi sumber bahan baku bagi semikonduktor, kendaraan listrik, dan sistem persenjataan canggih.

Baca Juga: Negosiasi Tarif RI-AS Rampung, Airlangga: Tinggal Nunggu Ditandatangan Trump dan Prabowo

Pembatasan ekspor mineral tanah jarang oleh negara itu tahun lalu telah menyebabkan gangguan produksi dan penutupan pabrik bagi produsen otomotif di Eropa dan Amerika Serikat. Sementara itu, kelebihan pasokan lithium yang dipicunya juga turut menghambat rencana ekspansi produksi lithium di AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: