Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bapanas Pastikan Stok Daging Sapi Aman, Harga Mulai Turun Jelang Lebaran

Bapanas Pastikan Stok Daging Sapi Aman, Harga Mulai Turun Jelang Lebaran Kredit Foto: Antara/Ampelsa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan daging sapi nasional berada dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Ketersediaan tersebut berasal dari kombinasi produksi dalam negeri serta impor. 

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut bahwa stok daging ruminansia secara nasional bahkan jauh melampaui kebutuhan konsumsi, sehingga dipastikan mencukupi kebutuhan Idulfitri dan sesudahnya. 

"Secara nasional, sebagaimana saya sampaikan tadi dan sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman, stok kita sangat sangat sangat aman. Tiga kali sangat aman," ungkap Ketut.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan, total ketersediaan daging sapi dan kerbau hingga Maret diperkirakan mencapai 226 ribu ton, atau lebih dari tiga kali lipat kebutuhan konsumsi yang hanya sekitar 65,8 ribu ton.

Pasokan tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk produksi sapi/kerbau lokal yang setara 28,2 ribu ton, serta tambahan dari pemotongan sapi bakalan dan realisasi impor sekitar 29,2 ribu ton. Selain itu, terdapat pula stok awal Maret yang mencapai 168,6 ribu ton.

"Jadi stok daging relatif sangat cukup, karena kita kan importasinya 700 ribu live cattle (sapi hidup). Dominan dari Australia. Dari Brasil belum banyak yang datang. Kemudian stok daging lokal juga banyak, dari NTB, dari NTT. Kemudian ada penggemukan juga," beber Ketut.

Tak hanya soal ketersediaan, pemerintah juga mencatat tren harga yang mulai stabil bahkan cenderung menurun. Pengawasan harga dilakukan secara ketat mulai dari Rumah Potong Hewan hingga ke tingkat pengecer.

"Stok kita aman. Kemudian kita pantau harga daging secara nasional, kecenderungannya flat dan turun. Jadi sebenarnya setelah memastikan stoknya sangat cukup, harga daging sapi jugai akan terus dijaga," kata Ketut.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat tren tersebut. Hingga pekan kedua Maret, jumlah daerah yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging sapi meningkat menjadi 47 kabupaten/kota, dibandingkan hanya 19 kabupaten/kota pada akhir Februari.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Lebaran

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman Jelang Lebaran 2026, dari BBM hingga Listrik Siap Siaga

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga dengan segera mendistribusikan stok.

"Kami sudah minta, semua harus mengeluarkan dagingnya. Jangan sampai harga naik. Kalau ada produsen menaikkan, khususnya feedloter, menaikkan yang sapi bakalan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi. Itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya," tegas Amran.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap praktik penimbunan atau permainan harga oleh pihak tertentu.

"Kami minta Satgas Pangan seluruh Indonesia, bila perlu langsung segel saja. Tak boleh beri ampun. Sekarang kita sepakat bahwasannya bukan lagi karena produksi, tetapi ulah segelintir orang tapi menyusahkan jutaan rakyat Indonesia. Kami minta tidak boleh naik. Dirkrimsus tadi aku minta yang distributor besarnya, dikejar," pungkas Amran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri