Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Moody’s Ratings menyoroti pembentukan dana kekayaan negara Danantara sebagai salah satu faktor utama di balik perubahan outlook peringkat kredit Pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit jangka panjang Indonesia tetap dipertahankan pada level Baa2 (investment grade).
Dalam pernyataan resminya, Moody’s menyatakan bahwa ketidakpastian terkait pendanaan, tata kelola, dan prioritas investasi Danantara meningkatkan risiko terhadap kredibilitas kebijakan serta berpotensi menimbulkan liabilitas kontinjensi bagi pemerintah. Sorotan tersebut muncul di tengah menurunnya kepastian dan koherensi dalam proses perumusan kebijakan secara lebih luas.
Moody’s mencatat Danantara memiliki kewenangan atas aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang nilainya melebihi US$900 miliar, atau sekitar 60% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nominal 2025. Dengan mandat yang mencakup rasionalisasi BUMN, peningkatan imbal hasil, serta investasi di sektor prioritas, Moody’s menilai kurangnya koordinasi dan kejelasan kebijakan terkait Danantara dapat meningkatkan risiko fiskal dan tata kelola.
Baca Juga: Moody’s Ubah Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif
Salah satu perhatian utama Moody’s adalah kewenangan Danantara dalam menentukan kebijakan dividen BUMN. Menurut Moody’s, tekanan untuk meningkatkan setoran dividen berpotensi melemahkan kesehatan keuangan BUMN, mengingat dividen merupakan sumber pendanaan utama. Moody’s mencatat bahwa bank-bank BUMN telah meningkatkan pembayaran dividen pada 2025.
Meski demikian, Moody’s menyatakan Danantara masih berada pada tahap awal pengembangan. Pemerintah telah membentuk kerangka hukum dan kelembagaan melalui sejumlah instrumen legislasi. Namun, hingga saat ini, pertanyaan terkait prioritas investasi, manajemen risiko, dan hubungan regulasi masih belum sepenuhnya terjawab, meskipun terdapat indikasi awal peningkatan efisiensi operasional.
Sorotan terhadap Danantara menjadi bagian dari penilaian Moody’s mengenai melemahnya kepastian dan konsistensi kebijakan di Indonesia dalam setahun terakhir. Kondisi tersebut dinilai berisiko menggerus kredibilitas kebijakan yang selama ini menopang stabilitas makroekonomi, fiskal, dan pasar keuangan.
Baca Juga: Meski Outlook Negatif, Moody’s Pertahankan Rating Indonesia di Level Investment Grade
Moody’s menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia belum mengalami perubahan material. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap berada di kisaran 5% dalam jangka pendek hingga menengah, sementara defisit fiskal diproyeksikan tetap dijaga di bawah 3% dari PDB. Posisi utang pemerintah juga diperkirakan berada di bawah median negara-negara dengan peringkat Baa.
Namun, lembaga pemeringkat menekankan bahwa pelemahan tata kelola, termasuk dalam pengelolaan Danantara, dapat memperbesar risiko penurunan peringkat apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kejelasan kebijakan, koordinasi antarlembaga, serta penguatan kerangka tata kelola.
Moody’s menyatakan akan terus memantau perkembangan Danantara, termasuk implikasinya terhadap kesehatan keuangan BUMN, risiko fiskal pemerintah, serta dampaknya terhadap kepercayaan investor dan stabilitas pasar keuangan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri