Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Dinilai Abai Terhadap Peringatan Ekonom, Baru Respons Setelah Sorotan MSCI & Moody's

Pemerintah Dinilai Abai Terhadap Peringatan Ekonom, Baru Respons Setelah Sorotan MSCI & Moody's Kredit Foto: Dok. BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah dinilai kurang responsif terhadap berbagai peringatan yang telah lama disampaikan para ekonom dalam negeri. Isu-isu yang kini menjadi perhatian lembaga internasional seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Moody’s Ratings disebut telah disuarakan ekonom nasional sejak satu hingga tiga tahun terakhir.

Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengungkapkan bahwa berbagai concern terkait stabilitas, tata kelola, serta arah kebijakan ekonomi kerap disampaikan kepada pemerintah. Namun, menurutnya, masukan tersebut tidak mendapatkan respons yang memadai.

“Namun, sayangnya tidak mendapatkan respons dari pemerintah. Ketika dinarasikan oleh institusi asing, responsnya justru luar biasa,” ujarnya dalam diskusi Prospek Arah Pasar Modal Indonesia Pasca MSCI dan Moody’s yang digelar secara daring, Rabu (18/2/2026).

Sikap tersebut, kata Wijayanto, menimbulkan kesan bahwa peringatan dari luar negeri lebih didengar dibandingkan masukan dari dalam negeri.

Baca Juga: Di Balik MSCI, Ekonom Ungkap Masalah Besar Pasar Modal Indonesia

Ia mencontohkan, dari tujuh desakan ekonomi yang sebelumnya dirumuskan oleh ekonom Indonesia, setidaknya tiga poin kini menjadi sorotan utama Moody’s.

“Seperti cut and paste. Artinya, validitas concern para ekonom kita sebenarnya pantas dijadikan acuan oleh pemerintah,” jelasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: