Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Meski Outlook Negatif, Moody’s Pertahankan Rating Indonesia di Level Investment Grade

Meski Outlook Negatif, Moody’s Pertahankan Rating Indonesia di Level Investment Grade Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Moody’s Ratings tetap mempertahankan peringkat kredit Pemerintah Indonesia di level Baa2 (investment grade), meskipun menurunkan outlook dari stabil menjadi negatif

Moody’s menyatakan penurunan outlook terutama dipicu oleh menurunnya kepastian dan konsistensi dalam perumusan kebijakan, yang dinilai berisiko melemahkan efektivitas kebijakan dan kredibilitas institusional. Namun, lembaga pemeringkat tersebut menegaskan bahwa faktor-faktor fundamental ekonomi Indonesia belum mengalami perubahan material.

Dalam laporannya, Moody’s menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan bertahan di kisaran 5% dalam jangka pendek hingga menengah, dengan defisit fiskal diproyeksikan tetap di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB). Kebijakan fiskal dan moneter yang relatif berhati-hati dinilai masih menopang stabilitas makroekonomi.

Baca Juga: Moody’s Ubah Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Selain itu, posisi utang pemerintah Indonesia juga diperkirakan tetap berada di bawah median negara-negara dengan peringkat Baa, sehingga memberikan bantalan terhadap tekanan eksternal. Moody’s menilai ketahanan ini menjadi alasan utama peringkat Indonesia tetap berada pada kategori layak investasi, meskipun prospek ke depan memburuk.

Meski demikian, Moody’s mengingatkan bahwa pelemahan kredibilitas kebijakan dapat dengan cepat mengubah prospek stabilitas tersebut. Fokus pemerintah pada peningkatan belanja publik untuk mendorong pertumbuhan, di tengah basis penerimaan negara yang dinilai masih lemah, berpotensi meningkatkan risiko fiskal apabila tidak diimbangi reformasi penerimaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: MSCI Bekukan Penyesuaian Indeks untuk Saham Indonesia, Transparansi Jadi Sorotan!

Lembaga pemeringkat tersebut juga menyoroti pembentukan dana kekayaan negara Danantara, yang dinilai masih menyisakan ketidakpastian terkait tata kelola, prioritas investasi, dan potensi risiko kewajiban kontinjensi bagi negara. Selain itu, meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kondisi ekonomi dan lapangan kerja turut dicatat sebagai faktor risiko tambahan.

Moody’s menegaskan akan terus memantau perkembangan kebijakan fiskal dan moneter, efektivitas tata kelola, serta respons pemerintah dalam menjaga kredibilitas kebijakan. Kejelasan arah kebijakan dinilai menjadi faktor kunci untuk mencegah penurunan peringkat di tengah outlook yang kini berstatus negatif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: