Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Cermati Pasar Usai Outlook Negatif Moody’s

OJK Cermati Pasar Usai Outlook Negatif Moody’s Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati respons pasar keuangan menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2 dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif. OJK menilai dampak kebijakan tersebut baru akan terlihat pada pergerakan pasar perdagangan berikutnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan pengumuman Moody’s disampaikan pada sore hari sehingga respons pelaku pasar belum sepenuhnya tercermin pada hari yang sama.

“Ya Moody’s baru mengumumkan sore tadi ya. Kita lihat dampaknya besok akan market akan merespons tentunya ya,” ujar Ogi saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga: Airlangga Kasih Paham Moody’s soal Danantara dan MBG

Menurut Ogi, reaksi pasar menjadi indikator awal untuk menilai sejauh mana perubahan outlook tersebut memengaruhi sentimen di sektor keuangan, termasuk industri asuransi, lembaga penjaminan, dan dana pensiun yang berada di bawah pengawasan OJK.

Ogi menambahkan, rilis Moody’s tersebut tidak berdiri sendiri karena dipublikasikan berdekatan dengan data produk domestik bruto (PDB) nasional. Kondisi itu berpotensi membuat respons pasar bersifat campuran karena pelaku pasar mencermati lebih dari satu indikator makroekonomi secara bersamaan.

“Dan juga ada dua ini kan. Apa PDB kita keluar dan bersamaan Moody’s juga keluar juga. Jadi agak mix ini, besok nih agak mix ya. Kita lihat saja besok,” katanya.

Baca Juga: Moody’s Ubah Outlook Indonesia dari Stabil Jadi Negatif

Seiring dengan perkembangan tersebut, OJK meminta pelaku industri jasa keuangan untuk mencermati dinamika pasar secara menyeluruh dan mengelola risiko secara hati-hati. Ogi menyebut pemantauan akan terus dilakukan guna memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga di tengah sentimen global dan domestik yang berkembang.

Moody’s sebelumnya mengumumkan afirmasi peringkat kredit Indonesia di level Baa2 dengan perubahan outlook dari stabil menjadi negatif. Penilaian tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena mencerminkan pandangan lembaga pemeringkat terhadap prospek perekonomian dan stabilitas fiskal Indonesia ke depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: