Kredit Foto: Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong percepatan transformasi pasar modal guna memperkuat kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.
Hal tersebut disampaikan Menko irlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/02/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyampaikan arah kebijakan serta perkembangan sektor jasa keuangan nasional ke depan.
Baca Juga: BCA Optimis Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Atas 5% Didorong Sektor Otomotif
“Sesuai arahan Bapak Presiden, reformasi sektor keuangan dan pasar modal perlu segera direspons dan diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Integritas pasar modal merupakan jendela kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia,” ujar Airlangga, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Jumat (6/2).
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan yang solid. Kinerja tersebut tercermin dari capaian pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 yang menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen dan merupakan yang tertinggi dalam empat kuartal terakhir. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara (utama), sehingga menjadi momentum untuk menjaga pertumbuhan yang kuat ke depan,” tegas Menko Airlangga.
Selain kondisi makro yang terjaga, Pemerintah juga terus mengawal reformasi sektor keuangan, khususnya di pasar modal, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Reformasi tersebut mencakup percepatan demutualisasi bursa, peningkatan batas minimum saham beredar (free float) bagi perusahaan tercatat, perluasan ruang investasi bagi dana pensiun dan asuransi, serta penguatan transparansi data kepemilikan saham guna menjaga integritas pasar.
Sebagai tindak lanjut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Pemerintah mendukung pembentukan satuan tugas lintas pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan reformasi pasar modal berjalan sesuai target, memperkuat koordinasi dengan para pelaku pasar, serta menyampaikan perkembangan reformasi kepada investor dan lembaga pemeringkat internasional. Langkah ini diharapkan dapat menjaga persepsi positif dan memperkuat kepercayaan terhadap pasar keuangan Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: