Menperin Sebut Proyeksi Penjualan Mobil Tahun ini Meningkat Meski Ada Tantangan Daya Beli Masyarakat Lagi Turun
Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kemarin membuka gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Agus menekankan gelaran otomotif ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat transformasi industri otomotif nasional.
Politikus dari Golkar ini tidak memungkiri peran signifikan sektor otomotif sebagai salah satu tulang punggung industri nasional.
"Saat ini industri kendaraan bermotor roda empat didukung oleh 41 pabrikan dengan kapasitas produksi mencapai 2,59 juta unit per tahun, sementara industri roda dua dan tiga melibatkan 82 pabrikan dengan kapasitas 11,2 juta unit per tahun. Total investasi sektor otomotif telah mencapai Rp194,22 triliun dengan penyerapan tenaga kerja langsung hampir 100 ribu orang," kata Agus.
Agus pun mengklaim lagi kalau Indonesia sukses mempertahankan posisi terdepan di ASEAN dengan penjualan kendaraan mencapai 865.723 unit pada 2024.
Baca Juga: Strategi Kemenperin Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Unggulan Daerah
Meski diakui memang, rasio kepemilikan mobil nasional masih relatif rendah, yakni 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Agus meyakini memasuki tahun 2026, industri otomotif menunjukkan gejala yang stabil karena didorong oleh kinerja ekspor yang tetap kuat, percepatan pengembangan kendaraan elektrifikasi, serta penguatan permintaan pada akhir tahun 2025 yang menjadi sinyal positif bagi pasar domestik.
"Proyeksi penjualan mobil nasional berada di kisaran 850 ribu unit, atau meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi 2025. Meskipun demikian, pemulihan pasar domestik berlangsung secara bertahap seiring tantangan daya beli, pembiayaan, dan dinamika rantai pasok global," jelasnya.
Ia pun kembali menegaskan kalau pemerintah memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik melalui investasi hulu hingga hilir, termasuk pengoperasian pabrik sel baterai berkapasitas 10 GWh serta sejumlah fasilitas produksi battery pack.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat