Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Koalisi Sanae Takaichi Menang Telak, Diproyeksi Kuasai Dua Pertiga Parlemen Jepang

Koalisi Sanae Takaichi Menang Telak, Diproyeksi Kuasai Dua Pertiga Parlemen Jepang Kredit Foto: Reuters/Kim Kyung-Hoon
Warta Ekonomi, Jakarta -

Koalisi Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi mencatat kemenangan telak dalam pemilihan umum dadakan yang digelar Minggu (8/2). Ia memperkuat kendali pemerintahan atas parlemen dan memuluskan agenda legislatifnya di Tokyo.

Dikutip dari Reuters, Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP) Takaichi diproyeksikan meraih hingga 328 dari total 465 kursi di Majelis Rendah. Hasil tersebut membuat partai tersebut melampaui ambang batas mayoritas 233 kursi hanya kurang dari dua jam setelah tempat pemungutan suara ditutup, menempatkan partai tersebut dalam jalur salah satu kemenangan terbaik sepanjang sejarahnya.

Baca Juga: Capai Nol Emisi, RI-Jepang Bahas Sejumlah Proyek di AZEC-EGM ke-9

Kini Partai Demokrat Liberal dan Partai Inovasi Jepang (Ishin) menguasai supermayoritas dua pertiga kursi. Posisi ini memungkinkan pemerintah mengesahkan undang-undang strategis dan mengesampingkan suara dari Majelis Tinggi.

Takaichi menyebut pemilu kali ini sarat perubahan kebijakan besar, terutama dalam bidang ekonomi, fiskal dan keamanan nasional. Ia menegaskan pemerintah akan melanjutkan agenda tersebut dengan penuh komitmen setelah mendapat mandat publik.

Takaichi memutuskan menggelar pemilu musim dingin yang jarang terjadi untuk memanfaatkan tingkat popularitas pribadinya yang tinggi sejak ditunjuk memimpin partainya pada akhir tahun lalu. Gaya komunikasinya yang lugas dan citra pekerja keras menarik dukungan pemilih, meski pandangan nasionalis serta fokus pada penguatan keamanan sempat memicu ketegangan diplomatik dengan China.

Pemungutan suara berlangsung saat cuaca ekstrem, dengan salju tebal melanda sejumlah wilayah dan memaksa sebagian tempat pemungutan suara ditutup lebih awal. Pemilu ini menjadi pemilihan umum pascaperang ketiga yang digelar pada Februari.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Mantan Perdana Menteri Jepang Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup Kini Mengajukan Banding

Meski kemenangan politiknya solid, pasar keuangan bereaksi hati-hati terhadap janji kampanye sang perdana menteri untuk menangguhkan pajak penjualan makanan sebesar delapan persen guna meringankan beban rumah tangga akibat kenaikan harga. Investor khawatir terhadap dampak kebijakan tersebut pada pembiayaan fiskal dari Jepang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: