Kredit Foto: Instagram/Times of Israel
Palestina menyebut kalau Dewan Perdamaian atau (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengecualikan rakyat Palestina.
Wakil Menteri Luar Negeri Palestina Awadallah menyebut kalau pembentukan Board of Peace tersebut seharusnya tidak menggantikan lembaga yang sah.
Ia menambahkan rakyat Palestina menginginkan stabilitas, berakhirnya perang di Jalur Gaza, serta penghentian pembunuhan dan penghancuran, sehingga Gaza dapat pulih dan dibangun kembali.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Komite Pusat Fatah, Sabri Saidam yang menyebut Board of Peace adalah lembaga yang tidak jelas dan sudah pasti menyingkirkan kepentingan rakyat Palestina.
"Palestina khawatir Trump tetap bertekad untuk menjalankan proyek-proyek yang mengecualikan rakyat Palestina, menghapus hak-hak kami, dan mendorong penggusuran rakyat Palesina," tegasnya.
Sabri juga menyebut kalau Trump kelihatan sekali berupaya menjadikan Board of Peace sebagai lembaga alternatif dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebelumnya, Trump secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian atau Board of Peace pada 22 Januari dalam sebuah upacara penandatanganan piagam di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: