Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bikin Food Vlogger Tewas, Ini Bahaya Kepiting Paling Beracun Devil Crab

Bikin Food Vlogger Tewas, Ini Bahaya Kepiting Paling Beracun Devil Crab Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Seorang food vlogger dilaporkan meninggal dunia akibat keracunan setelah mengonsumsi kepiting jenis devil crab. Korban tewas dalam rentang waktu dua hari usai memakan kepiting tersebut, memicu perhatian publik terhadap bahaya konsumsi kepiting beracun.

Devil crab merupakan nama populer dari spesies Zosimus aeneus. Ia merupakan salah satu kepiting karang paling beracun di dunia. Kepiting berukuran kecil ini banyak ditemukan dalam wilayah pesisir dari Filipina dan Indonesia.

Baca Juga: Food Vloger Tewas Usai Menyantap Kepiting Beracun yang Punya Julukan 'Devil Crab'

Kepiting ini memiliki ciri cangkang cokelat karang dengan pola bintik cerah yang khas. Habitatnya berada di dataran terumbu karang pada zona pasang surut, sehingga kerap tertangkap oleh masyarakat pesisir saat mencari hasil laut.

Bahaya utama devil crab terletak pada kandungan racunnya. Baik daging maupun cangkangnya mengandung neurotoksin berbahaya, seperti tetrodotoksin dan saxitoksin. Racun ini menyerang sistem saraf dan tetap aktif meskipun kepiting telah dimasak.

Korban keracunan devil crab dapat mengalami gejala berat, mulai dari kelumpuhan, gagal pernapasan hingga kematian dalam waktu singkat. Di Filipina, tingkat fatalitas keracunan kepiting ini dilaporkan mencapai 50%.

Meski telah lama dikategorikan sebagai hewan laut beracun, kasus keracunan devil crab masih terus terjadi. Kurangnya pemahaman masyarakat, ditambah tradisi mengonsumsi hasil tangkapan laut secara langsung, membuat risiko keracunan tetap tinggi di komunitas pesisir.

Kasus kematian akibat memakan kepiting ini bukanlah hal baru. Kasus seperti ini pernah tercatat di Pulau Negros, Filipina. Tahun 1980, 12 orang meninggal dunia akibat keracunan kepiting jenis ini. Kematian seorang vlogger pada awal bulan ini menjadi insiden terbaru yang kembali menyoroti bahaya devil crab.

Di Indonesia, kasus kematian akibat keracunan devil crab jarang terdokumentasi secara resmi. Namun, Juni 2017, satu keluarga mengalami keracunan mendadak setelah mengonsumsi kepiting laut  di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dua orang meninggal di lokasi, sementara korban lain mengalami muntah dan lemas.

Baca Juga: Paramount Petals Tekan Stunting Lewat Bantuan Makanan dan Edukasi Gizi di Curug

Meski spesies kepiting penyebab kejadian di Kupang tidak disebutkan secara pasti, pola gejala dan kecepatan reaksi racun dinilai serupa dengan kasus keracunan devil crab. Kondisi ini menunjukkan potensi risiko yang juga mengintai masyarakat pesisir dari Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: