Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IWAPI Gandeng PT AI Indonesia Percepat Adopsi AI untuk 50.000 UMKM Perempuan

IWAPI Gandeng PT AI Indonesia Percepat Adopsi AI untuk 50.000 UMKM Perempuan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT AI Indonesia untuk mempercepat adopsi teknologi artificial intelligence (AI) di kalangan pengusaha perempuan. Kolaborasi ini ditargetkan untuk meningkatkan kapasitas digital, efisiensi usaha, serta daya saing pelaku UMKM perempuan dalam menghadapi percepatan transformasi ekonomi digital.

Kesepakatan tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun IWAPI ke-51 di Gedung Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BPKM, Jakarta, Selasa (10/2/2026). IWAPI yang saat ini menaungi lebih dari 50.000 anggota di 38 provinsi menilai kolaborasi dengan industri teknologi menjadi keniscayaan agar transformasi digital tidak sekadar menjadi wacana.

CEO PT AI Indonesia, Sony Subrata, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas pemahaman dan pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor, termasuk UMKM.

"Kerja sama ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang artificial intelligence dengan para pengusaha perempuan, khususnya pelaku UMKM di seluruh Indonesia," ujar Sony.

Menurutnya, AI telah berkembang menjadi teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. "Artificial intelligence adalah teknologi yang perlu segera kita kuasai dan manfaatkan," tegasnya.

Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dinilai sejalan dengan tanggung jawab organisasi sebagai wadah pengusaha perempuan berskala nasional.

"IWAPI hari ini menaungi lebih dari 50.000 perempuan pengusaha di 38 provinsi. Angka ini mencerminkan kekuatan organisasi, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi IWAPI untuk memastikan seluruh anggota dapat tumbuh di tengah transformasi ekonomi digital yang berlangsung cepat," ujar Nita.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi dan pemanfaatan AI tidak lagi dapat diposisikan sebagai pilihan tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis. 

"Kolaborasi dengan PT AI Indonesia merupakan langkah konkret IWAPI dalam mewujudkan visi organisasi, yakni memberdayakan perempuan pengusaha agar tangguh, mandiri, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Bidang IT dan Digitalisasi, Rachmawati Dzaelani, menilai tantangan UMKM ke depan tidak hanya berkaitan dengan akses pasar, tetapi juga kapasitas digital dan kemampuan memanfaatkan teknologi cerdas.

"AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pemasaran, pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, serta pengambilan keputusan yang lebih berbasis data," jelas Rachmawati.

Ia berharap sinergi ini dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara organisasi perempuan pengusaha dan penyedia solusi teknologi nasional. "Sinergi ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan demi penguatan ekonomi perempuan Indonesia," ujarnya.

Melalui kerja sama ini, IWAPI dan PT AI Indonesia akan mengembangkan sejumlah program, meliputi pelatihan, pendampingan, serta penyusunan strategi pemanfaatan AI yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan UMKM perempuan di berbagai sektor. Program tersebut direncanakan dapat diakses oleh seluruh anggota IWAPI, baik melalui pelatihan tatap muka maupun platform digital.

Kerja sama ini sejalan dengan upaya nasional mendorong transformasi digital UMKM serta memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi. Dengan dukungan teknologi AI yang tepat guna, UMKM perempuan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas daya saing, baik di pasar domestik maupun global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: