Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rush dan Calya Jadi Bahan Bakar Kalla Toyota Melejit di Januari 2026

Rush dan Calya Jadi Bahan Bakar Kalla Toyota Melejit di Januari 2026 Kredit Foto: Toyota
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penjualan mobil Toyota di awal 2026 menunjukkan sinyal positif di pasar otomotif Indonesia, dengan dealer resmi mencatat lonjakan permintaan pada model LCGC dan SUV favorit keluarga. Momentum itu tercermin dari kinerja Januari 2026 yang dibukukan Kalla Toyota di wilayah operasionalnya.

Dealer ini mengawali tahun dengan performa ritel yang memperlihatkan daya beli konsumen masih terjaga. Data penjualan internal menempatkan Toyota Calya sebagai kontributor terbesar volume penjualan bulanan.

Model tersebut terjual 411 unit sepanjang Januari 2026 di jaringan Kalla Toyota. Di posisi berikutnya, Toyota Rush mencatat penjualan 350 unit pada periode yang sama.

Sementara Toyota Agya menyumbang 204 unit dan memperkuat dominasi segmen mobil terjangkau. Komposisi penjualan itu memperlihatkan fokus pasar pada kendaraan hemat bahan bakar dan biaya operasional.

Mobil dengan harga kompetitif dinilai relevan bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi pengeluaran rumah tangga. Segmen entry-level tetap bergerak stabil seiring kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan dan keluarga muda.

Calya dan Agya dipilih karena menawarkan fungsi transportasi dasar dengan biaya kepemilikan relatif rendah. Rush bertahan sebagai pilihan SUV keluarga berkat konfigurasi kabin dan fitur keselamatan yang memadai.

Permintaan SUV juga menunjukkan tren konsumen yang lebih tertarik pada kendaraan serbaguna.

“Capaian Januari adalah awal yang baik. Respons pasar terhadap Agya, Calya, dan Rush menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan efisien dan andal tetap menjadi prioritas. Kami optimis tren ini berlanjut pada bulan-bulan berikutnya,” ujar Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin.

Pernyataan tersebut menggambarkan keyakinan manajemen terhadap keberlanjutan permintaan pasar. Program penjualan dan skema pembiayaan menjadi salah satu pendorong realisasi transaksi.

Layanan purna jual terintegrasi juga berperan menjaga loyalitas pelanggan.

Baca Juga: Akio Toyoda: Mobil Sport itu Mobil yang Memiliki Aroma Bensin dan Suara Mesin yang Bising

Memasuki kuartal pertama 2026, strategi pemasaran diperkuat untuk mempertahankan ritme penjualan. Perluasan program promosi disiapkan agar daya tarik produk tetap kompetitif.

Peningkatan kualitas layanan menjadi fokus untuk memperbaiki pengalaman pelanggan di jaringan dealer Toyota. Start awal tahun ini memberi sinyal optimisme bagi kontribusi dealer terhadap pasar otomotif Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: