Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Transaksi Friday Mubarak Ditargetkan Tembus Rp119 Triliun Selama Ramadan-Lebaran 2026

Transaksi Friday Mubarak Ditargetkan Tembus Rp119 Triliun Selama Ramadan-Lebaran 2026 Kredit Foto: Kemendag
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perdagangan menargetkan nilai transaksi Program Friday Mubarak mencapai Rp119 triliun selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026. Program promosi belanja ini digelar pada 11 Februari–31 Maret 2026 sebagai upaya memperkuat pasar dalam negeri dan mendorong perputaran ekonomi nasional di momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kemendag mendukung pelaksanaan program promosi belanja Friday Mubarak yang digagas pelaku usaha untuk menyambut Ramadan dan Lebaran 2026. Berbagai promosi yang ditawarkan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, serta memperkuat peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ritel modern,” kata Wakil Menteri Perdagangan Roro Esti Widya Putri, dalam keterangan resmi dikutip Senin (16/2/2026).

Program Friday Mubarak melibatkan sekitar 200 jenama ritel, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat perbelanjaan, serta 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia. Skala partisipasi tersebut mencerminkan sinergi antara ritel modern dan pasar rakyat dalam mendukung distribusi dan konsumsi nasional.

Roro menambahkan, kolaborasi antara ritel modern, pasar rakyat, dan pusat perbelanjaan diharapkan memperluas akses pemasaran produk UMKM dan produk dalam negeri. Penguatan pasar domestik ini dinilai menjadi fondasi peningkatan daya saing produk nasional menuju pasar global.

Baca Juga: Trade In Day Jadi Momentum Tepat Ganti Kendaraan Jelang Mudik Lebaran

Ia menegaskan Program Friday Mubarak sejalan dengan fokus Kementerian Perdagangan dalam pengamanan pasar dalam negeri. Sejumlah skema promosi seperti diskon hingga 50%, cashback, diskon khusus anggota, serta program beli satu gratis satu diterapkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menjaga kelancaran distribusi barang.

Menurut Roro, momentum Ramadan dan Idulfitri secara historis selalu diikuti peningkatan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, program promosi belanja diharapkan mampu mengoptimalkan perputaran ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: