Kredit Foto: RMKE
Adapun, sepanjang Januari 2026 RMKE mencatatkan penjualan batubara sebesar 513,6 ribu ton, meningkat sekitar empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut tidak terlepas dari strategi model bisnis terintegrasi yang dijalankan perseroan. Dalam penyediaan jasa logistik batubara menggunakan kereta api, RMKE membangun akses menuju tambang-tambang potensial.
Sebagai bagian dari kesepakatan pembangunan akses tersebut, perseroan memiliki opsi untuk membeli batubara yang diproduksi oleh pelanggan baru. Skema ini membuka peluang peningkatan volume trading seiring optimalisasi infrastruktur logistik yang dimiliki.
Vincent menilai perbaikan kinerja operasional tersebut berpotensi berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan. Saat ini, RMKE tengah memfinalisasi laporan keuangan tahun buku 2025.
Baca Juga: Optimis Prospek 2026, RMK Energy (RMKE) Siap Buyback Saham
Berdasarkan laporan keuangan in-house, pada kuartal IV 2025 RMKE mencatatkan pendapatan dan laba bersih yang setara dengan akumulasi kinerja tiga kuartal sebelumnya, masing-masing sekitar Rp1,1 triliun untuk pendapatan dan Rp105 miliar untuk laba bersih. Peningkatan tersebut ditopang oleh kinerja operasional yang solid pada akhir 2025.
“Dengan berlanjutnya perbaikan kinerja operasional yang baik pada awal tahun ini, kami semakin optimis untuk mencapai target operasional dan keuangan tahun ini. Meski demikian, risiko yang perlu kami waspadai adalah kondisi cuaca yang mungkin mengganggu operasional, seperti terhambatnya distribusi dengan kapal tongkang akibat volume air di Sungai Musi yang semakin tinggi,” tutup Vincent.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: