Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Optimis Prospek 2026, RMK Energy (RMKE) Siap Buyback Saham

Optimis Prospek 2026, RMK Energy (RMKE) Siap Buyback Saham Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Berlandaskan fundamental yang kokoh serta prospek pertumbuhan dari optimalisasi hauling road sejak semester kedua tahun lalu, PT RMK Energy Tbk (RMKE IJ) siap mengalokasikan dana maksimal Rp200 miliar untuk aksi pembelian kembali saham (share buyback). Langkah strategis ini mencerminkan optimisme Perseroan terhadap nilai tambah yang dihasilkan dari peningkatan operasional logistiknya.

Skema Buyback

Rencana buyback saham Perseroan telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui keterbukaan informasi pada tanggal 30 Januari 2026, serta dilaksanakan sesuai dengan ketentuan POJK No. 13 Tahun 2023, POJK No. 29 Tahun 2023, dan Surat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK No. S-102/D.04/2025 .

Perseroan merencanakan pelaksanaan buyback saham selama periode 2 Februari 2026 hingga 1 Mei 2026. Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia, baik secara bertahap maupun sekaligus, dengan memperhatikan kondisi pasar serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jumlah saham yang dapat dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan, dengan nilai maksimum pembelian kembali saham, termasuk biaya transaksi dan biaya terkait lainnya, sebesar Rp 200 miliar.

Buyback saham akan dibiayai menggunakan kas internal Perseroan. Penggunaan kas internal tersebut tidak menimbulkan tambahan liabilitas maupun beban pembiayaan bagi Perseroan. Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha, mengingat posisi arus kas Perseroan dinilai masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan operasional dan kewajiban keuangan Perseroan .

Pertumbuhan Fundamental yang solid

Sejak beroperasinya fasilitas hauling road pada tahun lalu, RMKE berhasil membukukan volume angkutan baru sebesar 1,5 juta ton melalui jalur tersebut. Volume tambahan ini berasal dari kerja sama strategis dengan tiga klien baru yang telah dimulai sejak tahun 2025, yaitu: PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan PT Menambang Muara Enim (MME) di Muara Enim. Berkat kontribusi ini, RMKE berhasil mempertahankan total angkutan batubara sepanjang tahun 2025 sebesar 8 juta ton.

Dari Kinerja Segmen Penjualan Batubara RMKE mencatatkan peningkatan pada kuartal keempat (4Q) 2025 sebesar 36,3% secara tahunan (year-on-year) menjadi 1,3 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir tahun 2025, Perseroan berhasil menjual total 2,4 juta ton batubara, yang sebagian besar bersumber dari tambang pihak ketiga.

Vincent Saputra, Direktur Utama PT RMK Energy Tbk menyampaikan menyampaikan optimismenya terkait pencapaian ini.

Baca Juga: Ini Jadwal Buyback Saham RMK Energy (RMKE): Total Hingga Rp200 Miliar!

"Kami melihat pertumbuhan yang signifikan pada volume penjualan batubara pada 4Q 2025 dengan harga yang jauh lebih baik. Kami juga optimis pada tahun 2026 volume penjualan batubara otomatis akan meningkat dengan opsi membeli batubara di mulut tambang yang telah terhubung dengan jalan hauling road," ungkap Vincent.

Prospek dan Target 2026 Ke depannya, RMKE akan fokus menambah konektivitas akses hauling road dengan menargetkan 19 tambang potensial, di mana 3 di antaranya telah terealisasi pada tahun 2025. Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan 4 hingga 5 klien baru dengan target volume pengangkutan jasa sebesar 12 juta ton dan penjualan batubara sebesar 3,6 juta ton.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Bagikan Artikel: