Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN Operasikan Transmisi dan GI Baru, PLTD di Aceh Selatan Susut Drastis

PLN Operasikan Transmisi dan GI Baru, PLTD di Aceh Selatan Susut Drastis Kredit Foto: PT PLN (Persero)
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN (Persero) mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Blangpidie-Tapak Tuan, dan Gardu Induk (GI) 150 kV Tapak Tuan berkapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA). 

Langkah strategis ini menandai berakhirnya ketergantungan wilayah Aceh Selatan pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), yang selama ini menjadi tumpuan utama.

Infrastruktur yang dibangun oleh Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara ini mencakup jalur transmisi sepanjang 115 kilometer sirkuit (kms) dengan 166 menara. 

Proyek ini diproyeksikan memberikan dampak efisiensi yang signifikan bagi keuangan negara, dengan kemampuan menghemat konsumsi BBM rata-rata hingga 638,6 kiloliter per bulan.

Baca Juga: PLN Operasikan SUTT dan GI 150 kV Blangpidie-Tapak Tuan di Aceh Selatan

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, pengoperasian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi.

“Infrastruktur ini memperkuat ketahanan energi nasional, karena mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil,” ujar Darmawan lewat keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

Senada, Plt Bupati Aceh Selatan Baital Mukadis optimistis kehadiran GI Tapak Tuan akan menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayahnya. 

“Beroperasinya GI Tapak Tuan akan meningkatkan keandalan dan kualitas pasokan listrik."

"Kami optimis pelayanan publik, aktivitas masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin baik,” ucap Baital.

General Manager PLN UIP Sumatera Bagian Utara Dewanto menjelaskan, sistem ini menghubungkan kelistrikan Blangpidie hingga Samadua.

Baca Juga: Program TJSL PLN Jangkau 700 Ribu Penerima Manfaat di 2025

Dampak langsung dari beroperasinya fasilitas transmisi ini adalah penghentian total operasional PLTD Kota Fajar. 

Proyek ini mencakup SUTT 150 kV Blangpidie-Tapak Tuan dengan 166 tower, dan trafo 30 MVA di GI Tapak Tuan yang siap menopang beban listrik daerah tersebut.

Dewanto menegaskan, dengan adanya interkoneksi regional ini, stabilitas tegangan di Aceh Selatan kini jauh lebih terjaga, dibandingkan saat masih mengandalkan jaringan tegangan menengah atau mesin diesel. 

“Stabilitas tegangan menjadi lebih terjaga, manuver beban saat gangguan lebih fleksibel, dan potensi pemadaman dapat ditekan secara signifikan,” jelas Dewanto. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Yaspen Martinus

Bagikan Artikel: