Kredit Perbankan Tumbuh 9,96% pada Januari 2026, Bos BI Beberkan Penyebabnya
Kredit Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Lebih lanjut, Perry menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kuat. Hal ini didukung oleh likuiditas yang memadai, kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang relatif rendah.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Desember 2025 tercatat sebesar 25,89%. Level tersebut dinilai kuat untuk menyerap risiko sekaligus mendukung pertumbuhan kredit ke depan.
Baca Juga: Jaga Rupiah, BI Diproyeksikan Tahan Suku Bunga di 4,75%
Adapun rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah, masing-masing sebesar 2,05% (bruto) dan 0,79% (neto) pada Desember 2025.
“Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, ditopang oleh kemampuan bayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: