Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Agrinas Borong 105.000 Unit Truk dari Tata Motors untuk Koperasi Merah Putih, Dikritik Kok Impor?

Agrinas Borong 105.000 Unit Truk dari Tata Motors untuk Koperasi Merah Putih, Dikritik Kok Impor? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan pelat merah PT Agrinas Pangan Nusantara (APN) memesan sebanyak 105.000 unit truk ringan dan menengah dari dua produsen otomotif India, yakni Tata Motors dan Mahindra & Mahindra.

Pemesanan ini ditujukan untuk mendukung sektor pertanian serta memperkuat konektivitas dan logistik di wilayah perdesaan.

Agrinas menyatakan, pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari proyek Koperasi Merah Putih.

Program ini bertujuan untuk memodernisasi dan memperkuat rantai pasok pertanian, memberdayakan koperasi desa, serta mendorong ketahanan pangan nasional.

Truk-truk tersebut akan digunakan untuk mendukung distribusi hasil pertanian dari kebun ke pasar serta pergerakan barang antardaerah.

Dalam keterangannya, Tata Motors menyepakati pengiriman 35.000 unit pikap Yodha dan tambahan 35.000 unit truk Ultra T.7 kepada APN. Pengiriman dilakukan melalui distributor resminya di Indonesia, PT Tata Motors Distribusi Indonesia.

Meski demikian, perusahaan tidak mengungkapkan nilai maupun durasi kontrak tersebut.

Secara terpisah, Mahindra & Mahindra mengumumkan telah memenangkan kontrak untuk memasok 35.000 unit pikap Scorpio kepada APN pada 2026, juga untuk mendukung proyek Koperasi Merah Putih.

Perusahaan menyebut pesanan ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi internasionalnya, bahkan melampaui total volume ekspor mereka sepanjang tahun lalu.

Just Auto menyebut langkah pemerintah mengimpor kendaraan dari India ini menuai kritik, terutama terkait minimnya pelibatan industri dalam negeri.

Sejumlah pihak menilai pengadaan seharusnya dapat mendorong produksi lokal ketimbang bergantung pada impor.

Meski produksi pikap Tata Motors memang tidak lagi dilakukan di Indonesia tapi pabrikan otomotif dari India itu mengandalkan pasokan dari Thailand.

Sementara untuk segmen truk menengah sebenarnya tersedia yang telah melakukan produksi lokal seperti Hino Motors, Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation, dan Isuzu Motors.

Pemerintah berharap pengadaan ini dapat menjadi katalis dalam memperkuat infrastruktur logistik desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan melalui sistem distribusi yang lebih efisien dan terintegrasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: