Debut Sebagai Deputi BI, Thomas Djiwandono Pastikan Perbankan Tahan Tekanan Eksternal
Kredit Foto: Cita Auliana
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono mengikuti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia untuk pertama kalinya pada Februari 2026, setelah resmi dilantik pada 9 Februari 2026.
Ia menegaskan ketahanan likuiditas dan permodalan sektor perbankan nasional tetap kuat.
“Hal ini tercermin dari hasil liquidity stress test yang dilakukan oleh Departemen Surveillance Makroprudensial, Moneter, dan Pasar (DSMM),” ujarnya, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Thomas menyatakan hasil stress test menunjukkan perbankan mampu bertahan dalam berbagai skenario tekanan eksternal. Ketahanan tersebut ditopang kondisi likuiditas dan permodalan yang memadai.
Baca Juga: Thomas Resmi Dilantik Jadi Deputi BI, Purbaya Harap Sinergi Fiskal Moneter Lebih Lancar
Dari sisi intermediasi, pertumbuhan kredit perbankan pada Januari 2026 tercatat 9,96% secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan Desember 2025 sebesar 9,69% (yoy).
Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan dinilai tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,54% serta pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,48% (yoy) pada Januari 2026.
Di sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Desember 2025 tercatat 25,89%. Level tersebut dinilai solid untuk menyerap potensi risiko dan menopang ekspansi kredit.
Baca Juga: BI Sebut Rupiah Sebenarnya Undervalued, Ini Penyebabnya
Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat per Desember 2025 tercatat 2,05% (bruto) dan 0,79% (neto). Kondisi ini menunjukkan stabilitas sektor perbankan masih terjaga di tengah dinamika ketidakpastian global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: