Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Ngotot Pertahankan Ambisi Nuklir, Trump: Tidak Ada Kata Damai

Iran Ngotot Pertahankan Ambisi Nuklir, Trump: Tidak Ada Kata Damai Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin melihat adanya senjata nuklir untuk dimiliki oleh Iran. Ia menyebut, senjata nuklir adalah kunci untuk adanya perdamaian di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan bahwa senjata nuklir tidak boleh dimiliki oleh Iran. Gedung Putih saat ini menunggu proposal tertulis untuk menjawab kekhawatiran dari Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Kesabaran Amerika Serikat Habis, Iran Dituntut Capai Kesepakatan Nuklir Dalam Seminggu

“Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, itu sangat sederhana,” katanya, dikutip dari Reuters.

“Tidak akan ada perdamaian jika mereka memiliki senjata nuklir," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa pihaknya telah menyepakati sejumlah prinsip panduan dalam pembahasan terkait ambisi nuklir bersama dengan AS..

Namun Araqchi mengakui bahwa masih terdapat perbedaan pandangan signifikan dalam sejumlah isu kunci, sehingga kesepakatan final belum dapat dicapai dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rusia Sentil Amerika Serikat (AS), Jangan Macam-macam Apalagi Berani Serang Iran

Iran selama ini menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai dan menolak tuduhan upaya pengembangan senjata nuklir. Sementara Amerika Serikat terus menekan mereka agar menghentikan pengayaan uranium yang dinilai berpotensi digunakan untuk kepentingan militer.

Deadlock negosiasi terkait dengan pengembangan nuklir ini menjadi sorotan karena membuat dunia khawatir dengan potensi konflik dari Iran-AS.

Baca Juga: Waspada Kejutan Amerika Serikat (AS), Iran Test Roket hingga Diam-diam Bangun Pertahanan

Trump belum mencoret opsi militer untuk menghentikan ambisi nuklir dari Iran. Amerika Serikat telah mengerahkan kapal induk, kapal perang dan jet tempur ke Timur Tengah.

Iran di sisi lain memperkuat kesiapsiagaan militernya. Citra satelit menunjukkan aktivitas perbaikan dan penguatan fasilitas nuklir serta pangkalan rudal sejak musim panas lalu. Iran juga menggelar latihan militer gabungan termasuk pengerahan pasukan khusus menggunakan helikopter dan kapal perang.

Baca Juga: Secanggih Apa Dua Kapal yang Dikirim Trump Mendekati Iran?

Meningkatnya ketegangan mendorong sejumlah negara untuk mengimbau warganya meninggalkan Iran. Rusia, salah satunya, telah memperingatkan risiko eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat ketegangan dari Iran dan AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: