Transformasi Sistem Pembayaran Digital Indonesia Dapat Pengakuan Global
Kredit Foto: Cita Auliana
Langkah Indonesia membangun sistem pembayaran digital yang cepat, efisien, dan inklusif mendapat pengakuan global. Transformasi yang digagas Bank Indonesia dinilai sebagai salah satu rujukan praktik baik lembaga keuangan dunia, termasuk Islamic Development Bank (IsDB).
Pengakuan tersebut mengemuka dalam forum IsDB Townhall Strategic Lecture on Digital Transformation di Jeddah, Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Presiden IsDB, Muhammad Sulaiman Al Jasser, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia, khususnya Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah global. Apresiasi itu tercermin dari pengembangan sejumlah proyek prioritas IsDB di Indonesia, terutama pada sektor kesehatan.
IsDB juga menegaskan komitmennya untuk memperluas kerja sama lintas sektor, termasuk mendukung pengembangan konektivitas sistem pembayaran. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat integrasi ekonomi antarnegara anggota.
Baca Juga: Transaksi Digital RI Tembus 4,79 Miliar, QRIS Tumbuh 131%
Di hadapan perwakilan dari 56 negara anggota IsDB, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan bahwa fondasi transformasi digital tidak semata soal teknologi. “Keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh tata kelola yang kuat, sinergi lintas sektor, inovasi yang berkelanjutan, serta kepemimpinan di seluruh tingkatan organisasi," ujarnya.
Ia menjelaskan, implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) telah membawa perubahan signifikan. Penguatan QRIS, BI-FAST, serta konektivitas pembayaran lintas batas membuat transaksi menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat.
Ke depan, Bank Indonesia terus bergerak menuju konsep Integrated Digital Central Bank. Arah ini ditempuh melalui optimalisasi data dan kecerdasan artifisial, digitalisasi proses pengambilan keputusan, hingga penguatan tata kelola dan budaya kerja digital agar kebijakan semakin responsif dan operasional makin efisien.
Baca Juga: QRIS Targetkan 17 Miliar Transaksi di 2026, Bidik Pasar Tiongkok, Korea Selatan, hingga India
Pengalaman Indonesia dalam mengembangkan QRIS dan BI-FAST pun diharapkan dapat menjadi referensi bagi negara-negara anggota IsDB. Model transformasi ini dinilai relevan untuk direplikasi guna mendorong organisasi yang lebih lincah (agile) serta proses yang semakin adaptif terhadap perubahan zaman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: