APBN dan Tarif Trump Menjadi Sorotan, Begini Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (25/2)
Kredit Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Nilai tukar rupiah terhadap dolar diproyeksikan masih bergerak dinamis pada perdagangan di Rabu (25/2). Pergerakan mata uang tersebut akan dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang saling berlawanan.
Berdasarkan data Investing.com, rupiah pada perdagangan pagi ini sempat menyentuh level Rp16.813,3. Sementara indeks dolar (DXY) terpantau menguat ke 97,876. Hal tersebut mencerminkan ketahanan greenback di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: Trump Mau Luncurkan Tarif Baru, Sejumlah Komoditas Jadi Sasaran Amerika Serikat (AS)
Dari Amerika Serikat (AS), data ekonomi menunjukkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Dallas Fed Manufacturing tercatat naik ke 0,2. Sementara Chicago National Activity Index juga meningkat ke 0,18.
Meski data ekonomi cenderung solid dan mendukung penguatan dolar, tekanan terhadap rupiah diperkirakan relatif terbatas. Hal ini disebabkan ketidakpastian kebijakan perdagangan seputar tarif dari AS.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan ancaman penerapan tarif global sebesar 15%. Ia juga menyatakan akan melipatgandakan tarif impor terhadap negara-negara yang dinilai memanfaatkan putusan pengadilan yang membatasi kewenangan eksekutif dalam penetapan tarif.
Sebelumnya, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan dasar hukum pemberlakuan tarif impor darurat karena konstitusi menetapkan kewenangan tersebut berada di Kongres. Namun Trump tidak puas dengan keputusan tersebut dan justru mengklaim bahwa keputusan tersebut secara tidak langsung memberinya ruang kewenangan yang lebih besar.
Baca Juga: Donald Trump Peringatkan Dunia: Jangan Macam-macam Dengan Amerika Serikat (AS)
Trump juga menegaskan bahwa ia tidak memerlukan persetujuan legislatif dalam kebijakan perdagangan internasional, dengan alasan mandat tersebut telah ia miliki sejak lama. Pernyataan tersebut memperkuat ketidakpastian arah kebijakan tarif dan membuat pelaku pasar global bersikap lebih berhati-hati.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: